Minggu, 3 Mei 2026

Haji 2026 Prioritaskan Lansia dan Disabilitas, Ini Peran Tim Landis

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Ilustrasi - Salah satu jemaah lansia yang tampak dibantu oleh petugas pada Selasa (21/4/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengusung pendekatan inklusif dengan menempatkan pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan sebagai prioritas utama.

Komitmen ini diwujudkan melalui kehadiran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang tergabung dalam tim lansia dan disabilitas (Landis) di setiap sektor pelayanan.

Hamam Asy’ari salah satu petugas Landis Sektor 3 Madinah menegaskan, kondisi kesehatan jemaah menjadi fokus utama dalam pendampingan selama di Tanah Suci.

“Untuk Landis, tugas dan kewenangan yaitu memonitoring data-data jemaah lansia. Kemudian juga memantau kondisi fisik jemaah, serta mengonfirmasi data kesehatan kepada tim kesehatan maupun ke kasektor,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (2/5/2026).

Hamam menjelaskan, pemantauan dilakukan secara intensif melalui visitasi langsung ke jemaah, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan atau kondisi fisik yang tidak stabil.

“Perlu kita perhatikan, terutama yang mengalami problem kesehatan. Setelah visitasi ditemukan kondisi jemaah yang kurang stabil atau sakit, itu menjadi pantauan kami agar bisa memberikan edukasi kepada jemaah supaya tidak terlalu kelelahan,” katanya.

Menurut Hamam, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari pelayanan Landis. Jemaah lansia diingatkan untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras energi.

Program ramah lansia, disabilitas, dan perempuan ini merupakan kebijakan prioritas pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari monitoring, visitasi, hingga pemberian solusi atas keluhan jemaah.

“Ini program prioritas mengenai haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Kami melakukan monitoring, visitasi, pendampingan ekstra, dan selalu standby memberikan solusi yang bermanfaat bagi jemaah lansia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan kepada jemaah lansia dilakukan dengan pendekatan humanis dan penuh empati. Tim Landis mengusung prinsip pelayanan layaknya merawat orang tua sendiri.

“Tagline kami, jemaah lansia adalah orang tua kita. Jadi kami melayani dengan sepenuh hati dan keikhlasan,” katanya.

Hamam mengungkapkan, keluhan yang paling banyak disampaikan jemaah lansia berkaitan dengan kondisi kesehatan. Untuk itu, koordinasi intensif dilakukan antara tim Landis dan petugas kesehatan guna memastikan penanganan cepat dan tepat.

Selain itu, tim Landis juga disiagakan untuk membantu mobilitas jemaah, khususnya bagi pengguna kursi roda. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. (saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
29o
Kurs