Senin, 4 Mei 2026

BEI: 11 Perusahaan Skala Besar Siap Jual Sahamnya ke Publik di Pasar Modal RI

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat. Foto : Antara

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 11 perusahaan beraset skala besar berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Selain itu, terdapat empat perusahaan beraset skala menengah berada dalam antrean IPO, sehingga total terdapat 15 perusahaan berada dalam antrean IPO per 30 April 2026.

“Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan BEI dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (4/5/2026) yang dikutip Antara.

Untuk diketahui, IPO atau Penawaran Umum Perdana adalah proses di mana perusahaan swasta menjual sahamnya kepada publik untuk pertama kali di bursa efek.

Adapun kriteria perusahaan beraset skala besar yaitu memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara perusahaan beraset skala menengah yaitu beraset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.

Klasifikasi aset perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Nyoman menjelaskan dari 15 perusahaan dalam antrean itu, rinciannya tiga perusahaan sektor kesehatan, tiga perusahaan sektor barang konsumen primer, dan tiga perusahaan sektor barang konsumen nonprimer. Kemudian, dua perusahaan sektor infrastruktur, dua perusahaan sektor teknologi, satu perusahaan sektor energi, serta satu perusahaan sektor keuangan.

Hingga 30 April 2026, terdapat satu perusahaan yang telah melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, dengan dana terhimpun senilai Rp302,4 miliar.

Total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia yaitu sebanyak 957 perusahaan per 30 April 2026 dengan target terdapat 50 perusahaan dapat menggelar IPO sepanjang 2026.

Sementara itu, dari aksi penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), BEI mencatat penerbitan sebanyak 54 emisi dari 35 penerbit EBUS dengan dana yang terhimpun senilai Rp58,90 triliun per 30 April 2026.

Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam antrean untuk menerbitkan emisi EBUS.

Adapun, untuk aksi rights issue, terdapat tiga perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun sampai 30 April 2026.

Dalam antrean, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue dari perusahaan sektor properti. (ant/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 4 Mei 2026
32o
Kurs