Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan menyebut penunjukkan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menjadi momentum pembenahan dan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.
Zulhas menilai komposisi pimpinan baru BGN memiliki kapasitas, pengalaman birokrasi, dan kemampuan koordinasi yang dibutuhkan untuk memperkuat pelaksanaan MBG.
“Saya kenal baik ketiganya, Ketua Badan dan Wakil Ketua Badan yang baru. Mereka adalah orang yang tepat. Saya sering rapat dengan mereka. Mereka memiliki pengalaman mengelola program pemerintah, mampu bekerja lintas kementerian dan lembaga, serta memahami tantangan implementasi di lapangan,” ujar Zulhas di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Dia mencatat, hingga 2 Juni 2026, MBG telah beroperasi melalui 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan menjangkau 63.133.649 penerima manfaat.
Zulhas juga menegaskan, perubahan kepemimpinan di BGN dilatari Prabowo Subianto Presiden yang mendengar berbagai kritik, protes, dan masukan publik.
“Ini bukti Presiden mendengar berbagai kritikan, protes, dan masukan publik. Presiden adalah sosok yang mendengar dengan kehati-hatian,” kata Zulhas.
Kepala BGN yang baru, yaitu Nanik S. Deyang dinilai memiliki pengalaman internal karena telah terlibat dalam pengawalan MBG sejak tahap pengembangan. Sementara Agustina Arumsari membawa perspektif pengawasan dan manajemen risiko, dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas program.
Mayjen TNI Trenggono memiliki pengalaman kepemimpinan dari berbagai jabatan strategis di TNI Angkatan Darat serta pengalaman di sektor pangan sebagai Wakil Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara.
“Dengan kepemimpinan baru ini, pemerintah berharap Program MBG berjalan lebih efektif, akuntabel, dan benar-benar menjawab kebutuhan gizi masyarakat,” tutupnya.(lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

