Sabtu, 6 Juni 2026

Riset Ungkap Self-Connection Jadi Kunci Kebahagiaan dan Kesejahteraan Psikologis

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi rehat dari rutinitas dan menikmati waktu santai. Foto: Pixabay

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam “European Journal of Psychology” mengungkap, kemampuan seseorang dalam memahami, menerima, dan menyelaraskan tindakan dengan kondisi batin berhubungan erat dengan tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi.

Penelitian tersebut memperkenalkan konsep self-connection atau keterhubungan dengan diri sendiri. Konsep ini mencakup tiga elemen utama, yakni kesadaran terhadap kondisi internal, penerimaan tanpa penilaian, serta kemampuan bertindak selaras dengan apa yang dirasakan.

Para peneliti menemukan bahwa individu dengan tingkat self-connection yang lebih kuat cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Hal itu tercermin dari meningkatnya aktualisasi diri, vitalitas, harga diri, kemampuan menghadapi tantangan, hingga kesejahteraan subjektif secara keseluruhan.

Hasil studi juga menegaskan bahwa kesadaran terhadap emosi saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas hidup. Seseorang perlu mampu menerima perasaan tersebut dan menggunakannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Dilansir dari Antara pada Sabtu (6/6/2026), konsep ini berkaitan erat dengan intuisi, yaitu respons spontan yang muncul sebelum proses berpikir rasional bekerja secara penuh.

Teori dual process yang dikembangkan oleh peraih Nobel Daniel Kahneman menjelaskan bahwa manusia memiliki dua sistem berpikir: sistem cepat yang bersifat otomatis, serta sistem lambat yang lebih analitis dan reflektif.

Meski keputusan sering diambil secara rasional, penelitian menunjukkan bahwa sistem berpikir cepat juga memainkan peran penting. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan pengalaman, memori emosional, serta pola-pola yang terbentuk dari perjalanan hidup seseorang.

Sejumlah temuan dalam bidang neurosains juga mengindikasikan bahwa intuisi tidak hanya berasal dari proses kognitif, tetapi juga dipengaruhi sinyal fisik dari tubuh. Sensasi seperti rasa nyaman, tegang, atau tidak nyaman dapat menjadi indikator penting dalam membantu seseorang menilai situasi.

Kemampuan mengenali sinyal internal tubuh ini dikenal sebagai interosepsi. Dalam studi terkontrol yang dipublikasikan di jurnal PLOS One pada 2022, latihan mindfulness selama tiga hari terbukti dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali kondisi tubuh sekaligus menurunkan tingkat kecemasan.

Peneliti menyimpulkan bahwa keputusan yang selaras dengan nilai dan kondisi diri cenderung menghasilkan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan keputusan yang semata-mata didorong oleh tekanan sosial atau ekspektasi orang lain.

Untuk mengasah kemampuan tersebut, para peneliti merekomendasikan sejumlah langkah sederhana. Di antaranya meluangkan waktu sejenak sebelum mengambil keputusan untuk merasakan respons tubuh, mencatat pengalaman harian terkait intuisi, serta menyediakan waktu tenang di pagi hari tanpa gangguan gawai. (ant/saf/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Sabtu, 6 Juni 2026
29o
Kurs