Minggu, 7 Juni 2026

Gelombang Tinggi Hantam Situbondo, Sejumlah Perahu Nelayan Dilaporkan Rusak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Personel Satpolairud Polres Situbondo meninjau di lokasi perahu nelayan yang rusak dihantam ombak pada Minggu (7/6/2026). Polres Situbondo

Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi disertai angin kencang menerjang perairan Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo pada Minggu (7/6/2026) dini hari.

Akibatnya, sejumlah perahu nelayan yang sedang ditambatkan di pesisir mengalami kerusakan, bahkan beberapa di antaranya tenggelam.

Petugas dari Satpolairud Polres Situbondo bersama personel TNI AL dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta melakukan pendataan kerusakan yang dialami para nelayan.

AKP Gede Sukarmadiyasa Kasat Polairud Polres Situbondo mengatakan bahwa pihaknya bergerak ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kerusakan perahu akibat cuaca buruk yang melanda kawasan pesisir Jangkar.

“Setelah kami mendapatkan informasi sejumlah perahu nelayan rusak dihantam gelombang tinggi disertai angin kencang, kami ke lokasi melakukan pendataan, bersama TNI AL dan BPBD,” katanya dilansir dari Antara.

Menurut Gede, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat sebagian besar nelayan masih berada di rumah. Gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba membuat pemilik perahu tidak sempat menyelamatkan armadanya dari terjangan ombak dan genangan air laut.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak sembilan perahu nelayan terdampak dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, tiga perahu mengalami kerusakan berat hingga tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi.

Selain merusak perahu, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah perlengkapan melaut milik nelayan hilang dan tenggelam di laut. Beberapa di antaranya berupa mesin perahu serta alat tangkap ikan yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan.

“Selain perahu mengalami kerusakan, sejumlah alat tangkap ikan milik nelayan juga tenggelam, seperti mesin perahu dan alat tangkap ikan lainnya,” ujar Gede.

Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Nilai itu belum termasuk kerusakan dan kehilangan alat tangkap ikan yang masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Pihak kepolisian mengingatkan para nelayan agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah perairan Jawa Timur.

“Kami mengimbau kepada para nelayan untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca sebelum melaut, dan memastikan kondisi perahu dalam keadaan baik,” kata Gede. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Minggu, 7 Juni 2026
27o
Kurs