Minggu, 14 Juni 2026

Bapanas Tegaskan Beras Tak Langka, Stok Nasional Capai 5,3 Juta Ton

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional ketika meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Antara

Pemerintah memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi sangat aman dengan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton.

Di tengah melimpahnya pasokan tersebut, Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperingatkan pelaku usaha agar tidak mempermainkan harga maupun menciptakan kesan kelangkaan beras di pasar.

Menurut Amran, ketersediaan beras saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menyebarkan informasi mengenai kelangkaan ataupun melakukan praktik yang dapat memicu gejolak harga.

“Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, (itu) langka,” kata Amran, Minggu (14/6/2026).

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah bersama Satuan Tugas Pangan Polri akan meningkatkan pengawasan di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi beras berjalan lancar dan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari situasi pasar.

“Kami bersama Satgas Pangan pantau seluruh Indonesia. Jangan dibuat langka. Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama (Indonesia) merdeka,” ujarnya dilansir dari Antara.

Amran menegaskan kondisi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya ketika stok beras pemerintah hanya berada di kisaran satu juta ton. Saat itu, lonjakan harga sering berujung pada kebijakan impor untuk menutupi kekurangan pasokan dalam negeri.

Kini, kata Amran, Indonesia berada dalam posisi yang lebih kuat dengan produksi yang meningkat dan stok yang melimpah sehingga mampu menjaga ketahanan pangan nasional.

Peningkatan produksi beras Indonesia juga mendapat perhatian dunia. Dalam laporan Rice Outlook Mei 2026 yang diterbitkan United States Department of Agriculture (USDA), Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan kenaikan produksi beras terbesar bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Meski demikian, Indonesia menjadi negara dengan volume produksi tertinggi di antara negara-negara tersebut. Produksi beras Indonesia tercatat menembus lebih dari 30 juta ton per tahun, jauh di atas Nigeria yang mencapai 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, Amran kembali mengingatkan seluruh pelaku usaha beras agar menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat.

“Sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga. Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan, seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami putuskan kita pantau dan yang nakal kita tindak,” tegasnya.

Selain menjaga pasokan, pemerintah juga mendorong Perum Bulog memperluas pemasaran beras premium untuk mengisi kebutuhan pasar modern. Selama ini Bulog tidak hanya menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetapi juga memiliki sejumlah merek beras premium.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan Bulog memiliki peluang besar untuk mengisi kekurangan pasokan beras di ritel modern melalui produk komersial yang dimiliki.

“Bukan langka. Saya kira kan kami juga kunjungan ke lapangan, melihat di ritel modern itu masih ada, (memang) tidak banyak tapi ada. Ini kesempatan Bulog masuk. Bulog kan punya Befood, punya Punokawan, Setra Ramos. Nah Bulog mengisi kekurangan suplai, ini bisa diisi oleh Bulog,” kata Ketut.

Data Bapanas per 12 Juni 2026 menunjukkan stok beras komersial Bulog masih mencapai 11,4 ribu ton. Sementara realisasi pengadaan beras komersial terus bertambah dan telah mencapai 45,5 ribu ton dari total pengadaan setara beras sebesar 3,1 juta ton. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 14 Juni 2026
29o
Kurs