Selasa, 23 Juni 2026

IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Teknologi Global Tekan Pasar

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Selasa (23/6/2026) di zona merah. Pelemahan indeks dipicu tekanan jual pada saham-saham teknologi global serta sikap wait and see investor menjelang sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi pasar keuangan Indonesia.

IHSG ditutup turun 15,36 poin atau 0,25 persen ke level 6.101,33. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga terkoreksi 0,77 poin atau 0,13 persen menjadi 598,43.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas mengatakan, koreksi pasar saham global, terutama pada sektor teknologi, menjadi sentimen negatif yang membayangi pergerakan IHSG.

“Koreksi tajam saham teknologi global menjadi sentimen negatif,” ujar Ratna dilansir dari Antara.

Menurutnya, tekanan jual terjadi di berbagai bursa Asia dan global seiring melemahnya saham-saham teknologi yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar. Bahkan, indeks Kospi Korea Selatan yang selama ini ditopang reli saham teknologi dilaporkan mengalami koreksi hingga 10 persen.

Dari dalam negeri, investor juga masih menunggu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait klasifikasi pasar saham Indonesia yang akan diumumkan pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.

Pengumuman tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena akan menentukan apakah Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market atau berpotensi turun menjadi Frontier Market.

Selain itu, pasar juga mencermati hasil peninjauan peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings yang dijadwalkan diumumkan pada akhir Juni 2026.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona negatif dan bertahan hingga akhir sesi kedua. Tekanan jual yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar membuat indeks gagal berbalik menguat.

Meski demikian, beberapa sektor masih mampu mencatatkan kenaikan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor kesehatan menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 3,84 persen. Disusul sektor properti yang naik 1,21 persen dan sektor barang baku yang menguat 0,52 persen.

Sebaliknya, sektor keuangan menjadi penekan utama IHSG setelah turun 1,55 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor teknologi yang terkoreksi 1,04 persen serta sektor energi yang turun 0,87 persen.

Di jajaran saham, LEAD, BALI, PTPW, ENAK, dan LAJU menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi. Sementara ARKO, KIOS, CEKA, ZONE, dan FLMC mencatat pelemahan terbesar sepanjang perdagangan.

Aktivitas transaksi di BEI terbilang cukup ramai. Frekuensi perdagangan mencapai 1,75 juta kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 40,10 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp32,97 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 294 saham yang menguat, 398 saham melemah, dan 267 saham ditutup stagnan.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga bergerak negatif. Indeks Shanghai turun 1,37 persen ke level 4.106,25, Hang Seng Hong Kong melemah 1,82 persen menjadi 23.336,28, sedangkan indeks Strait Times Singapura menjadi satu-satunya yang menguat tipis 0,03 persen ke posisi 5.205,74. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 23 Juni 2026
28o
Kurs