Pesatnya perkembangan teknologi mendorong sistem pendidikan mampu beradaptasi dengan zaman, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan terhadap siswa. Salah satunya dengan menggabungkan materi bacaan dan teknologi digital atau yang biasa disebut hybrid learning.
Menjawab hal itu, Penerbit Erlangga meluncurkan Erklika Lab for Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics atau STEAM Education, yakni media belajar yang menggabungkan antara buku cetak dengan teknologi interaktif.
Rengganis Editor Penerbit Erlangga menerangkan, metode baru ini dirancang untuk mengubah pola belajar konvensional menjadi lebih interaktif. Sehingga, siswa tidak hanya paham teori tapi juga bisa mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
“Dalam Erklika Lab ini, kami punya fitur yang namanya Virtual Lab. Di sana, murid dapat mengakses berbagai media pembelajaran interaktif seperti, learning map, mini games, pop-up quiz, video penjelasan, praktikum interaktif, serta tabel hasil pengamatan digital,” katanya, dalam konferensi pers yang digelar di Grand Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (23/6/2026).

Selain itu, Rengganis juga mengatakan kalau buku pembelajaran itu juga dilengkapi dengan fitur Mind Map Lipat yang berfungsi untuk membiasakan cara berpikir sistematis. Ada juga Product Launchpad yang bisa dipakai untuk membuat dan memamerkan hasil karya.
Hadirnya seri buku projek kokurikuler jenjang SD hingga SMA ini, lanjut Rengganis, sekaligus untuk membantu sekolah dapat menerapkan pembelajaran berbasis STEAM secara menarik. mendalam, dan bermakna.
Adapun di balik penerbitan seri buku ini, Penerbit Erlangga berkolaborasi dengan tim penulis yang membawa pengalaman dan mindset global ke kurikulum nasional.
“Kehadiran Erklika Lab merupakan kontribusi dari Penerbit Erlangga untuk terus mengenalkan metode belajar baru dan kreatif di dunia pendidikan. Melalui konsep HyLearn dan Virtual Lab ini, kami ingin memastikan bahwa murid dapat mempraktikkan ilmu mereka lewat kegiatan sehari-hari secara efektif dan melatih kemampuan berpikir kritis,” tutupnya. (adv/kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

