Rabu, 24 Juni 2026

OJK Optimistis Kredit Perbankan Tetap Tumbuh Dua Digit, Target 11-12 Persen

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ilustrasi Logo OJK. Foto: Antara

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit perbankan tahun ini tetap berada di level dua digit, setelah menunjukkan tren penguatan dalam beberapa bulan terakhir.

Dian Ediana Rae Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan, pertumbuhan kredit secara tahunan pada Mei 2026 telah mencapai sekitar 11 persen. Capaian tersebut menjadi sinyal positif setelah laju kredit pada awal tahun sempat tumbuh lebih lambat.

“Nah kita optimis nih kalau misalnya sekarang sudah bulan data terakhir itu Mei. Kalau Mei itu kecenderungannya terus naik, tentu harapan kita ini bisa tetap double digit ya, targetnya dapat tercapai,” kata Dian di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

OJK menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini berada di kisaran 11-12 persen. Menurut Dian, target tersebut masih realistis selama kondisi ekonomi global dan domestik tetap terjaga.

“Mudah-mudahan itu asumsi dasar itu tetap ada ekspektasi dari hampir seluruh dunia dan termasuk kita tentu saja ya ada perbaikan. Nah gitu, jadi saya optimis tetap gitu kan target kita kan di range itu, kan range 11-12 persen sebetulnya kan,” katanya.

Meski optimistis, OJK terus memantau sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi penyaluran kredit, terutama gejolak nilai tukar, inflasi, dan kondisi geopolitik global. Faktor-faktor tersebut dinilai dapat berdampak pada kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban kreditnya.

“Tetapi harapan kita nih mudah-mudahan jangan sampai misalnya kondisi kurs, inflasi dan lain sebagainya kemudian ini berdampak pada nasabah, itu yang paling penting sedang kita monitor kan itu, seberapa besar itu dampaknya sebetulnya,”

Dian mengatakan stabilitas ekonomi global akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan kredit. Meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak dunia, dapat membantu menjaga stabilitas rupiah serta mengendalikan inflasi di dalam negeri.

“Katakanlah sekarang kita asumsikan lah situasi geopolitik itu bagus, stable, Amerika dengan Iran selesai, kemudian kan harga minyak turun nih. Nah itu tentu kan akan sangat membantu dan juga akan membantu juga mungkin stabilisasi nilai rupiah dan inflasi di dalam negeri, itu yang paling penting,” ujarnya.

OJK berharap kondisi global membaik dalam beberapa bulan ke depan sehingga permintaan kredit tetap kuat dan target pertumbuhan kredit 11-12 persen dapat tercapai hingga akhir tahun. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 24 Juni 2026
31o
Kurs