Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mengevaluasi seluruh aspek pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), setelah empat peserta program tersebut meninggal dunia. Evaluasi itu mencakup audit terhadap mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, hingga penanganan peserta selama masa pendidikan.
Untuk diketahui, empat peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang meninggal dunia itu yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan.
Rico Ricardo Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para peserta tersebut.
“Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” kata Rico di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Peserta lainnya yang meninggal, yakni Yonanda Muhammad Taufiq saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Rico mengatakan, Yonanda mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Sementara itu, Novia Rahmadhani Sihotang meninggal saat mengikuti latihan latsarmil di Jakarta pada, Senin (22/6/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Novia mengalami penyakit Tuberkulosis (TB).
Terakhir, Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan meninggal setelah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan. Rico menyebut kondisi Rifqi sebetulnya sempat membaik dan ia kembali mengikuti program latihan.
Namun, kondisi Rifqi kembali menurun hingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk mendapat penanganan di ICU. Ia dinyatakan meninggal dunia pada, Jumat (26/6/2026) dini hari.
Terkait keberlanjutan program, Kemhan menyatakan mengikuti berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Rico mengatakan, persoalan keselamatan peserta menjadi perhatian serius Kementeriannya.
Ia menjelaskan, SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Kemhan juga mengeklaim keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas dalam pelaksanaan program SPPI. Karena itu, seluruh masukan dan hasil evaluasi akan dijadikan dasar penyempurnaan program ke depan.
“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” pungkasnya. (lea/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

