Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengakui tak takut digugat Rp25 miliar atas polemik penyerobotan ruko di Ngagel.
Eri menegaskan, langkahnya turun tangan dalam polemik ruko itu bukan untuk menentukan siapa pemilik sah bangunan, melainkan menghentikan dugaan kekerasan dan aksi premanisme yang terjadi di lokasi.
“Saya tidak akan pernah membiarkan Kota Surabaya ada bentuk premanisme dan kekerasan kepada warga saya. Maka ketika mereka itu menyuruh atau mereka itu terlibat, ya harus dibongkar,” katanya di Balai Kota Surabaya pada Selasa (11/8/2026).
Menurut Eri, persoalan kepemilikan ruko merupakan ranah hukum yang harus diselesaikan melalui mekanisme peradilan.
Namun karena ada praktik kekerasan atau premanisme hingga korban luka, maka membuatnya harus turun.

NOW ON AIR SSFM 100

