Jumat, 10 Juli 2026

Jalur KA di Kawasan Lumpur Lapindo Dinyatakan Rawan, DJKA Siapkan Penanganan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas PPLS dan DJKA Kemenhub saat mengecek kondisi rel kereta di kawasan Lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Kamis (9/7/2026). Foto: DJKA

Jalur kereta api di kawasan Lumpur Lapindo menjadi perhatian serius Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Perhatian itu muncul setelah Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) menyatakan kawasan tersebut sebagai daerah rawan.

Allan Tandiono Direktur Jenderal Perkeretaapian bersama Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA), serta Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya meninjau lokasi tersebut, Kamis (9/7/2026).

Denny Michels Adlan Kepala BTP Kelas I Surabaya mengatakan, peninjauan dilakukan karena jalur kereta api di kawasan itu sudah berada dalam kondisi kritis. Menurutnya, selama 20 tahun terakhir, jalur tersebut telah beberapa kali ditinggikan hingga hampir tiga meter dari kondisi awal.

“Antara tahun 2022 sampai 2026, terjadi penurunan satu meter dari permukaan laut. Melihat kondisi tersebut, ini membuktikan bahwa stabilitas trek ini sudah dalam kondisi yang kritis. Sehingga, untuk melakukan peninggian, perbaikan, atau pengembangan infrastruktur jalur kereta api di titik tersebut sudah tidak feasible,” ujar Denny dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Denny menjelaskan, selama ini penanganan yang dilakukan masih sebatas perawatan rutin. Di antaranya peninggian trek, pemecokan berkala menggunakan sarana Multi Tie Tamper (MTT), serta penambahan batu balas.

Karena itu, menurutnya, perlu disiapkan langkah penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Untuk jangka menengah dan panjang, BTP sudah menyiapkan rencana relokasi jalur kereta melewati Sidoarjo, Tulangan, hingga Gununggangsir.

“Untuk jangka menengah dan panjang, kami memang sudah ada perencanaan terkait relokasi melewati Sidoarjo, lalu ke Tulangan, dan Gununggangsir. Tetapi untuk jangka pendek, diperlukan konsolidasi dan sinergi penanganan antara DJKA, PT KAI, dan Pemerintah Daerah setempat,” tambahnya.

Denny juga menyebut, DJKA akan menyusun standar operasional prosedur atau emergency plan baru untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti banjir maupun situasi kritis lainnya. SOP tersebut akan disesuaikan dengan kondisi eksisting agar seluruh pihak terkait memiliki kesiapan mitigasi yang lebih baik.

“Dalam tahun ini harus selesai. Mengingat dalam beberapa bulan ke depan musim hujan sudah datang, kita harus siap prepare for the worst (bersiap untuk yang terburuk), khususnya untuk mengantisipasi banjir. Kita tidak tahu kapasitas pompa bisa bekerja seberapa besar manakala kondisi banjir, nobody knows,” pungkasnya. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 10 Juli 2026
24o
Kurs