Gelombang panas hebat melanda wilayah Libya bagian barat, dengan Kota Aziziya yang terletak sekitar 40 kilometer barat daya Ibu Kota Tripoli mencatatkan suhu hingga 50 derajat Celsius. Data ini disampaikan oleh Pusat Meteorologi Nasional Libya.
Laporan Xinhua pada Jumat (24/7/2026) menyebutkan, stasiun pemantauan cuaca di Aziziya mencatat suhu tersebut sebagai suhu tertinggi yang tercatat di Libya sepanjang bulan Juli tahun ini.
Data ini diperoleh berdasarkan pengukuran menggunakan termometer maksimum di dalam tempat perlindungan observasi meteorologi, sebagaimana disampaikan pihak Pusat Meteorologi Nasional Libya dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui laman resminya.
Pusat Meteorologi Nasional Libya menambahkan, wilayah yang luas di Libya bagian barat turut mengalami kenaikan suhu signifikan, dengan kisaran suhu antara 44 hingga 49 derajat Celsius di sejumlah daerah, akibat pengaruh massa udara panas yang melanda kawasan tersebut.
Gelombang panas ini juga bertepatan dengan meningkatnya tekanan pada jaringan listrik, seiring melonjaknya permintaan listrik akibat penggunaan sistem pendingin udara secara intensif oleh masyarakat.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pemadaman listrik terjadwal di sejumlah kota, di tengah tantangan yang dihadapi sektor ketenagalistrikan akibat terbatasnya kapasitas pembangkit listrik serta meningkatnya konsumsi energi selama musim panas berlangsung.(iss)

NOW ON AIR SSFM 100

