Universitas Airlangga (Unair) mengirim 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang terdiri dari 25 dosen dan 125 alumni untuk pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi.
Prof. Muhammad Madyan Rektor Unair memastikan, kampus siap berkolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia untuk program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah penugasan.
“Unair akan mengabdi di berbagai kawasan transmigrasi di Prafi, Manokwari, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo,” terangnya.
Madyan menjelaskan, TEP merupakan program strategis Kementrans yang melibatkan lulusan perguruan tinggi dan sivitas akademika, dengan tujuan melaksanakan riset, kajian, inovasi, dan pendampingan masyarakat di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
“Unair mengerahkan kapasitas akademik, riset, dan inovasi lintas disiplin untuk menjawab solusi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam mewujudkan komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi masyarakat,” ucapnya.
Dalam ekspedisi tersebut, Unair mengusung empat pilar pengabdian masyarakat, yakni dari sektor ekonomi, lingkungan, budaya, dan kesehatan. Seluruhnya akan berfokus untuk menjawab tantangan pembangunan di kawasan transmigrasi melalui pendekatan multidisiplin berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat.
“Strategi tersebut meliputi penguatan manajemen air bersih, sanitasi, dan pengolahan sampah, advokasi penanganan konflik di wilayah transmigrasi, inkubasi bisnis dan hilirisasi produk unggulan, penguatan pemasaran produk lokal, aktivasi puskesmas pembantu dan kader kesehatan, pengembangan desa tanggap bencana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta implementasi program Kampus Mengajar,” jelasnya.
Pihaknya berharap, berbagai strategi itu bisa mendorong terciptanya kawasan transmigrasi yang lebih mandiri, produktif, tangguh, dan berkelanjutan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.(ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

