Senin, 3 Agustus 2026

Menhub Pastikan Investigasi Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub) (tengah) meninjau langsung proses evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) malam. Foto: Kemenhub

Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan (Menhub), memastikan proses investigasi akan segera dilakukan guna mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur, yang terjadi pada Minggu (2/8/2026) pagi.

“Proses investigasi akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran kapal,” kata Dudy Purwagandhi, Menhub, dalam keterangan di Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Senin (3/8/2026).

Dudy Purwagandhi meninjau langsung proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep. Dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, ia memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar. Ia turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut, sekaligus menegaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara optimal, sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan dan segera memperoleh penanganan lebih lanjut dari petugas.

Proses evakuasi penumpang dan awak kapal sendiri dipimpin langsung oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dudy Purwagandhi terus memantau langsung perkembangan penanganan kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, sembari melakukan koordinasi intensif dengan kepala pemerintah daerah di Madura, Tim SAR, TNI, Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator kapal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Ia memastikan bahwa seluruh sumber daya yang dibutuhkan telah dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi, pencarian, penyelamatan, dan penanganan para korban.

Dudy Purwagandhi juga sempat bertemu dengan Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Sumenep, guna memperkuat koordinasi penanganan korban.

Dudy Purwagandhi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sumenep beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep, yang dinilai telah bergerak cepat sejak awal kejadian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung operasi penyelamatan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kepala daerah di wilayah Madura atas respons cepat dan solid dalam menghadapi situasi darurat ini, termasuk kepada pemilik dan operator kapal penolong yang telah membantu proses penyelamatan secara sigap.

“Sinergi antardaerah seperti ini sangat penting dalam mempercepat penyelamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Dudy Purwagandhi, Menhub.

Usai dari Sumenep, Menhub langsung bertolak ke Surabaya untuk melakukan pemantauan lebih lanjut melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KMP Mutiara Sentosa II di Pelabuhan Tanjung Perak. Sebagai bagian dari penanganan terpadu pasca-insiden, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang menjadi pusat koordinasi penanganan bagi seluruh unsur terlibat sekaligus titik layanan bagi korban yang berhasil dievakuasi.

Posko tersebut turut memberikan dukungan berupa proses pemulihan, penanganan medis awal, pendataan ulang, hingga penyampaian informasi resmi bagi pihak keluarga korban.

“Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi,” papar Dudy Purwagandhi, Menhub.

Sebagai kronologi, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran pada Minggu pagi (2/8) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, di perairan utara Sumenep, Laut Jawa. Informasi mengenai insiden tersebut diterima pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget, dengan menyiarkan informasi kecelakaan kapal sekaligus berkoordinasi dengan Basarnas untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Secara bersamaan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian, serta menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penanganan. Proses evakuasi turut diperkuat dengan keterlibatan sejumlah kapal di sekitar lokasi kejadian, yaitu TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura, sehingga upaya penyelamatan dapat berlangsung secara cepat dan terkoordinasi.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2026
28o
Kurs