Sabtu, 8 Agustus 2026

Ekspor Salak dan Durian RI ke China Melonjak di Semester I 2026

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Salak. Foto: Unsplash

China masih menjadi destinasi utama ekspor sejumlah buah tropis asal Indonesia, dengan pengiriman buah salak dan durian mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang paruh pertama (H1) tahun ini.

Antara melaporkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia (RI) mencatat volume ekspor buah salak ke China sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 2.191 ton, meningkat 208 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh peningkatan pengiriman salak asal Bali, dari semula hanya 1,7 ton pada paruh pertama tahun lalu menjadi 300 ton pada paruh pertama tahun ini.

Pada Kamis (6/8/2026), Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan RI, kembali meresmikan ekspor 3,5 ton salak asal Bali senilai 13.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.919) ke China. Pengiriman ini merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai 2 juta dolar AS selama setahun, yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026.

Ekspor durian ke China juga terus meningkat. Volume pengiriman durian segar (tidak termasuk durian beku) ke China pada paruh pertama tahun ini mencapai 189 ton, melonjak 600 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain kedua buah tersebut, China masih menjadi destinasi utama untuk buah manggis Indonesia, meski volume pengirimannya justru menurun signifikan. Sepanjang paruh pertama tahun ini, Indonesia mengekspor 13.621 ton manggis ke China, turun 45 persen dari tahun lalu.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 8 Agustus 2026
28o
Kurs