Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong generasi muda untuk mulai mempersiapkan masa depan finansial sejak dini untuk mencegah pinjaman online (pinjol).
Wianto Chen Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI mengatakan, era kemajuan teknologi saat ini sangat mudah untuk melakukan transaksi, seperti lewat scan QR atau paylater, sehingga perlu pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan.
“Waktu terbaik mulai mempersiapkan masa depan finansial bukan setelah lulus, mendapatkan pekerjaan pertama, atau memiliki gaji besar. Masa depan finansial kita dimulai dari kebiasaan, pola pikir, dan keputusan yang kita buat hari ini,” terangnya, Jumat (14/8/2026).
Ia menekankan tiga poin utama kepada generasi muda, yakni hasilkan dan kelola, tumbuhkan, dan lindungi.
Hasilkan dan kelola, dimulai dengan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan yakni membangun kompetensi, network dan reputasi serta belajar mengelola keuangan dengan baik.
Tumbuhkan, dengan mulai membangun aset secara konsisten dan memanfaatkan waktu sebagai salah satu keunggulan generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.
Lindungi, dengan memahami pentingnya perlindungan terhadap aset dan tujuan keuangan yang sudah dibangun dari risiko yang tidak terduga, karena perencanaan keuangan bukan hanya tentang membangun dan mengembangkan aset, tetapi juga menjaganya.
Dalam kiat-kiat tersebut, ia mengatakan bahwa asuransi jiwa merupakan salah satu bagian penting dari langkah perlindungan, untuk membantu menjaga tujuan keuangan ketika terjadi risiko yang tidak diharapkan.
“Ketiga langkah tersebut menjadi penting dalam membangun ketahanan finansial jangka panjang, termasuk sebagai upaya agar generasi muda memiliki fondasi yang kuat ketika nantinya menghadapi kebutuhan keluarga dan tanggung jawab finansial di masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai perencanaan dan perlindungan finansial sejak dini juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi beban generasi sandwich di masa depan.
Dengan membangun aset dan menyiapkan perlindungan sejak dini, menurutnya generasi muda dapat memiliki fondasi finansial yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan diri sekaligus menghadapi kebutuhan keluarga di masa mendatang.
“Dorongan literasi dan perlindungan finansial sejak dini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki fondasi finansial yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.
Langkah edukasi tersebut, dilakukan AAJI di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, dalam Smart Financial Day yang juga menjadi bagian untuk mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Antonius Probosanjoyo Ketua Panitia Acara mengatakan, lewat kegiatan itu, AAJI ingin mengajak generasi muda memahami bahwa membangun masa depan finansial harus dilakukan sejak dini, bahkan tidak perlu menunggu punya penghasilan tetap.
Upaya tersebut perlu dilakukan, lanjut dia, karena saat ini masyarakat sudah berada di era kemudahan akses layanan keuangan dogital, sehingga perlu keseimbangan pengetahuan agar bisa mengambil keputusan secara bijak.
“Hal ini untuk mendorong generasi muda lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan,” pungkasnya.(ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

