Kementerian Kehutanan (Kemenhut) masih melakukan pendinginan dan penyisiran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama sekitar dua pekan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dwi Januanto Nugroho Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut mengatakan, kewaspadaan tetap diperlukan karena area yang sebelumnya terbakar memiliki vegetasi dan material yang memungkinkan panas bertahan lebih lama.
Kawasan terdampak antara lain ditumbuhi savana, cemara gunung, pakis, semak belukar, serta lapisan serasah. Material tersebut dapat menyimpan panas dan bara meski kobaran api sudah tidak terlihat.
“Bromo memberi satu pelajaran penting, api mungkin sudah terkendali, tetapi ancaman karhutla belum selesai. Pencegahan harus diperkuat dari tingkat tapak, dan pengelola kawasan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat, bukan hanya dalam pencegahan kebakaran, tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional,” ujar Januanto dilansir dari Antara.

NOW ON AIR SSFM 100

