Sabtu, 17 Oktober 2026

Orang Tua Korban Berharap MBG Ditutup Usai Keracunan Massal di Sidoarjo

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
MR salah satu santri kelas tujuh di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo yang masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo hingga Rabu (2/9/2026) sore. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Kasus keracunan massal yang diduga akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo membuat para korban serta orangtua berharap agar program tersebut tidak dilanjutkan.

Hal itu diungkapkan Syafaat warga Ketegan orang tua dari MR salah satu santri kelas tujuh di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo yang masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo hingga Rabu (2/9/2026) sore.

Saat ditemui di ruang IGD RSUD Notopuro Sidoarjo, Syufaat menceritakan putranya telah mengkonsumsi menu MBG di pondok yang berisi telur orak-arik, tempe dan sayur yang didistribusikan oleh SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (1/9/2026) kemarin.

Sehari usai menyantap makanan tersebut, MR mulai mengalami gejala pusing serta mual sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi. Karena kondisi yang tidak kunjung membaik, ia akhirnya dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo pada pukul 14.00 WIB.

“Jam 2 siang tadi (dibawa ke rs). Yang dirasakan pusing sama mulai sejak 06.00 pagi, (menunya) orak-arik telur, tempe. (Makan MBG) sekitar jam 13.00 kemarin,” katanya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
28o
Kurs