Arifah Fauzi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan pada anak-anak yang menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG).
Pendampingan psikologis pada korban keracunan itu diberikan dengan izin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo juga Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
“Jadi dari kasus ini, langkah yang akan dilakukan adalah pendampingan bila dibutuhkan. Jika pemkab dan ponpes mengizinkan, maka kami akan memberikan pendampingan bagi anak-anak yang mengalami trauma,” kata Arifah, saat mengunjungi Rumah Sakit (RS) Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).
Namun, Arifah juga sangat mengapresiasi jika pihak ponpes bisa melakukan pendekatan trauma healing secara mandiri terhadap para santri.
Dia menegaskan Kementerian PPPA akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak lembaga pendidikan apabila pendampingan masih diperlukan.
“Tetapi seandainya masih membutuhkan, kami siap untuk berkolaborasi agar anak-anak ini siap kembali untuk di sekolah,” tegasnya.
Berdasar catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, sampai Jumat (4/9/2026) pagi tadi, ada 748 pasien yang terdampak keracunan diduga makanan bergizi gratis (MBG). Rinciannya, 728 pasien sudah pulang dan menjalani rawat jalan. Sedangkan 20 pasien masih dirawat di sejumlah rumah sakit.(kir/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

