Selasa, 22 September 2026

Kapal Virgo: Basarnas-TNI AL Kerahkan 34 Penyelam, Perhitungkan Arus Laut demi Keselamatan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kondisi kerangka Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa pada Kamis (17/9/2026). Foto: Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut

Basarnas dan TNI AL mengerahkan 34 penyelam pada Selasa (22/9/2026), hari ke-10 operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8, untuk mencari 120 korban yang masih terjebak di badan kapal yang tenggelam di Laut Jawa. Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) harus cermat memperhitungkan arus bawah laut yang cepat berubah demi keselamatan selama evakuasi.

I Putu Sudayana Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator mengatakan, KRI Nala dari Pangkoarmada II Surabaya bergabung ke lokasi pencarian sekitar pukul 06.00 WITA dengan membawa 22 tim penyelam. Dengan tambahan itu, total penyelam di lapangan menjadi 34 orang, terdiri atas 22 penyelam TNI AL dan 12 penyelam Basarnas.

“Tim-tim inilah yang kita akan maksimalkan untuk melaksanakan proses evakuasi dari badan kapal yang sudah tenggelam,” ujar Putu, Senin malam, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, seperti dilaporkan Antara.

Fokus operasi hari ke-10 tetap ke badan kapal, dengan cuaca yang diperkirakan membaik. BMKG memprediksi gelombang rendah 0,5–1,5 meter, yang diharapkan memudahkan pergerakan tim.

Tantangan utama lainnya adalah arus bawah laut yang berubah-ubah. Putu menjelaskan, penyelam memanfaatkan momen arus teduh dan gelombang kecil untuk segera masuk ke badan kapal, karena kondisi ideal itu tidak berlangsung lama.

“Saat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman, dan itu waktunya tidak berlangsung lama,” katanya.

Penyelaman dilakukan saat arus di bawah 2,5 knot. Dengan memaksimalkan waktu terbatas itu, tim berhasil mengevakuasi lima jenazah pada operasi hari kesembilan.

Bagian bawah kapal menjadi area paling sulit dan berisiko karena penyelam tak bisa memastikan kestabilan kapal begitu masuk ke kompartemen tersebut. Penyelam juga harus berhati-hati saat memecahkan kaca badan kapal, karena pecahannya bisa menimbulkan dorongan kuat yang berisiko mencederai penyelam di depannya.

“Begitu kaca pecah, ini akan ada dorongan yang luar biasa. Ini akan membahayakan untuk penyelam sendiri,” ujarnya.

Hingga Senin (21/9/2026) malam pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 123 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia, sementara 120 korban masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.(ant/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 22 September 2026
30o
Kurs