Amerika Serikat telah menolak menerbitkan visa bagi tim pers Masoud Pezeshkian Presiden Iran yang akan berangkat ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, kata Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Senin (21/9/2026).
“Ketika sebuah pemerintahan menutup pintu rapat-rapat, bahkan terhadap jurnalis Amerika yang tidak mereka sukai, dan menghalangi wartawan asing, termasuk tim media Presiden Iran yang suaranya ingin mereka bungkam, tindakan itu bukanlah bentuk pengaturan akses,” tulis Baghaei di akun media sosial X, dikutip Antara.
Baghaei menuding hal ini sebagai upaya menyembunyikan kebenaran dan melanggengkan kampanye disinformasi, dengan mengabaikan hak atas akses informasi.
Kementerian Luar Negeri Iran mengklarifikasi bahwa pernyataan Baghaei ini menanggapi penolakan visa bagi tim media Kepresidenan Iran untuk keperluan perjalanan ke New York dalam menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, di mana Pezeshkian dijadwalkan berangkat pada Selasa.
Selain itu, pada 18 September 2026, Donald Trump Presiden AS mengumumkan larangan bagi CNN, MSNBC, dan Politico untuk meliput di Gedung Putih, dengan tuduhan bahwa sejumlah media tersebut menyebarkan “berita palsu”.
Pada 19 September, jurnalis dari ketiga media tersebut ditolak aksesnya ke kompleks Gedung Putih dan kartu akses mereka dinonaktifkan atau disita.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

