Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel dituding merancang operasi false flag atau “bendera palsu” dengan melibatkan pesawat asal Uni Emirat Arab (UEA), sebagai upaya menyeret Amerika Serikat (AS) ke perang baru dengan Iran.
Melansir laporan Anadolu, tudingan itu dilaporkan Press TV, media milik pemerintah Iran, Kamis (1/10/2026), dengan mengutip sumber regional anonim yang disebut mengetahui persoalan tersebut.
Menurut sumber itu, insiden penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada, Rabu (30/9/2026), merupakan bagian dari operasi tersebut. Sumber itu mengklaim rencana dibahas dan disepakati dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA tiga hari sebelum insiden penerbangan terjadi.
Netanyahu disebut didampingi sejumlah pejabat senior militer dan intelijen. Dalam pertemuan yang diklaim melibatkan pejabat dari beberapa negara Arab itu, dibahas skenario operasi yang kemudian dapat dikaitkan dengan Iran.
Sumber Press TV menuding tujuan operasi tersebut adalah mendorong Donald Trump Presiden AS masuk ke dalam konflik baru dengan Iran. Ia juga mengaitkan dugaan rencana itu dengan situasi politik domestik Netanyahu, menjelang pemilihan parlemen Israel.

NOW ON AIR SSFM 100

