Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengklaim Iran hampir meninggalkan rencana untuk mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan Trump ketika perang Washington dengan Teheran memasuki bulan kedelapan.
“Ngomong-ngomong, Iran, seperti yang Anda tahu, pada dasarnya sudah hampir menyerah terhadap rencana senjata nuklir,” ujarnya kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju kampanye di Ohio, Sabtu (4/10/2026) waktu setempat, seperti dikutip Anadolu.
Trump mengatakan, harga minyak saat ini juga mulai turun setelah sempat meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
“Minyak turun. Harga minyak sekarang lebih rendah, dan sudah lebih rendah dibandingkan saat pemerintahan Biden. Mereka tidak melakukan apa pun terhadap fakta bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Tuduhan bahwa Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir selama ini kerap disampaikan AS dan Israel. Namun, Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Masoud Pezeshkian Presiden Iran kembali menegaskan posisi negaranya saat berkunjung ke New York bulan lalu untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Pezeshkian mengatakan Teheran tidak mencari senjata nuklir karena ada larangan agama. Ia juga menawarkan pengenceran stok uranium yang telah diperkaya milik Iran di bawah verifikasi internasional.
Meski demikian, Iran tetap menegaskan tidak akan berkompromi terhadap program nuklir sipilnya yang disebut bertujuan damai. Teheran juga menyatakan tidak akan membuat konsesi struktural, kecuali AS mencabut sanksi ekonomi. (bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

