Iran menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, apabila Amerika Serikat (AS) menerima proposal yang telah disampaikan Teheran melalui Qatar.
Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran mengatakan, tenggat tujuh hari tersebut akan mulai dihitung setelah Washington menyetujui proposal yang diajukan.
Melansir Anadolu, hal itu disampaikannya kepada wartawan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Jumat (25/9/2026) waktu setempat.
Menurut Araghchi, AS diharapkan mengambil sejumlah langkah dalam empat hingga lima hari pertama setelah proposal disetujui. Langkah tersebut akan memungkinkan Selat Hormuz kembali dibuka pada hari keenam. Selanjutnya, Iran dan AS dapat memulai perundingan untuk mencapai kesepakatan akhir pada hari ketujuh.
Araghchi menjelaskan, langkah-langkah yang diminta Iran dari Washington sebenarnya sudah tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada Juni lalu.

NOW ON AIR SSFM 100

