Minggu, 4 Oktober 2026

Lima Makanan Ini Jangan Terlalu Lama Dibiarkan di Luar Kulkas dan Rice Cooker

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Perpaduan menu khas Yunani dan Italia mulai dari Greek Salad, Mediterranean Style Pizza, Roasted Chicken dengan bumbu khas Mediterranean, hingga dessert khas Mediterranean seperti Baklva, Creme Brulee, Mediterranean cookies, dan Macaroon. Foto: Java Paragon Hotel & Residences

Para ahli keamanan pangan mengingatkan, sejumlah makanan mudah rusak dapat berisiko bagi kesehatan jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang seperti di luar kulkas dan rice cooker.

Risiko itu meningkat ketika makanan berada dalam “zona bahaya”, yakni rentang suhu sekitar 4 sampai 60 derajat Celsius. Pada suhu tersebut, bakteri penyebab penyakit dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.

Melansir EatingWell, Sabtu (3/10/2026), makanan mudah rusak yang berada dalam zona bahaya selama dua jam atau lebih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Karena itu, pendinginan dan penyimpanan yang tepat di dalam lemari es perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan.

Berikut sejumlah makanan yang perlu diperhatikan:

1. Pizza

Ilustrasi Pizza keju dengan topping daging dan sayuran. Foto: Olives & Lamb

 

Pizza termasuk makanan yang mudah rusak jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang. Sebab, pizza mengandung keju dan kerap dilengkapi daging serta sayuran yang sudah dimasak.

Vanessa Coffman, Direktur Program Stop Foodborne Illness mengatakan, bakteri dapat berkembang cepat ketika makanan berada dalam zona bahaya lebih dari dua jam. Dalam kondisi tertentu, beberapa jenis bakteri bahkan dapat berlipat ganda setiap 20 menit.

Coffman menyarankan sisa pizza segera dipindahkan ke wadah, lalu disimpan di dalam kulkas dalam waktu maksimal dua jam. Sebelum dikonsumsi kembali, pizza sebaiknya dipanaskan hingga mencapai suhu internal 165 derajat Fahrenheit atau sekitar 74 derajat Celsius.

2. Buah dan Sayuran yang Sudah Dipotong

Ilustrasi – Banyak buah-buahan mengandung air dalam jumlah tinggi dan dapat membantu menjaga hidrasi tubuh di samping minum air putih. Foto: Getty Images

Buah dan sayuran yang sudah dipotong juga perlu segera disimpan di dalam kulkas. Coffman menjelaskan, saat buah dan sayuran dipotong, lapisan pelindung pada bagian luarnya rusak. Akibatnya, permukaan yang terbuka menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan bakteri.

Hal yang sama juga berlaku untuk buah dan sayuran yang disajikan dalam nampan atau sudah dipotong sebagai bagian dari hidangan tertentu.

3. Nasi Matang

 

Ilustrasi nasi matang. Foto: Suzie the Foodie

Nasi matang dapat mengandung spora Bacillus cereus, yakni bakteri yang mampu bertahan selama proses memasak. Ketika nasi matang dibiarkan pada suhu ruang, spora tersebut dapat berkembang menjadi bakteri yang menghasilkan toksin dan memicu penyakit akibat makanan.

Mary Angela Miller dietisien keamanan pangan menyarankan nasi matang dibagi dalam porsi kecil atau disimpan di wadah dangkal agar lebih cepat dingin sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

4. Daging Olahan

Ilustrasi daging sandwich. Foto: Try and Taste

Daging olahan yang biasa digunakan untuk sandwich atau bekal makan siang juga perlu dijaga tetap dingin. Miller menyarankan penggunaan setidaknya dua sumber pendingin, misalnya dua kantong gel beku, atau satu kantong gel beku dan satu botol air beku.

Makanan yang perlu tetap dingin dapat ditempatkan di antara kedua sumber pendingin tersebut agar suhunya lebih terjaga.

5. Kentang Panggang Berbungkus Aluminium Foil

Ilustrasi kentang panggang berbungkus aluminium foil. Foto: How to Feed a Loon

Kentang panggang yang dibungkus aluminium foil juga berisiko jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang.

Ashley MillerSenior Program Coordinator for Grants & Cooperatives National Environmental Health Association mengatakan, kentang memiliki kandungan air tinggi dan tingkat keasaman rendah.

Ketika kentang dibungkus aluminium foil dan dibiarkan pada suhu ruang, kondisi rendah oksigen di dalam pembungkus dapat mendukung pertumbuhan spora Clostridium botulinum dan produksi toksin.

Untuk mengurangi risiko, kentang panggang sebaiknya dijaga tetap panas hingga disajikan. Jika tidak langsung dimakan, kentang perlu segera didinginkan dengan cara melonggarkan pembungkus aluminium foil sebelum disimpan. (bil)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 4 Oktober 2026
35o
Kurs