Tahun ini, Pekan Raya Jatim (PRJ) Surabaya 2026 kembali hadir di Grand City Surabaya, dengan target yang lebih agresif dari tahun sebelumnya. Pameran multiproduk itu menargetkan nilai transaksi sebesar Rp50 miliar, selama 11 hari penyelenggaraan mulai 8-18 Oktober 2026.
Ralph Scheunemann Marketing Director PT JIEXPO menerangkan, antusiasme pengunjung PRJ terus bertambah tiap tahunnya. Maka, pada penyelenggaraan tahun keempat ini, PRJ Surabaya hadir dengan skala yang lebih besar, lebih luas, dan lebih lengkap.
“Melanjutkan kesuksesan acara tahun kemarin, tahun ini kami hadir dengan perluasan area pameran yakni, kurang lebih 15.000 meter persegi, sehingga mampu menampung jumlah pengunjung yang lebih banyak dan brand yang bergabung,” katanya, dalam opening ceremony PRH Surabaya 2026, Jumat (9/10/2026).

Dengan luasan itu, lanjut Ralph, PRJ tahun ini bisa menampung kurang lebih 350 stand dari 600 brand. Komposisinya 30 persen sektor UMKM dan 70 persen sektor swasta, dengan pilihan yang semakin beragam.
Selain itu, pada tahun ini PRJ turut menghadirkan program Late Night Sale yang digelar, Sabtu (10/10/2026) besok.
“Di Late Night Sale nanti, jam operasional pameran akan diperpanjang sapai pukul 24.00 WIB. Nanti, kami juga akan adakan penawaran seperti, flash sale dan clearance sale,” ungkapnya.
Ralph menambahkan PRJ sekaligus mengakomodasi pelaku UMKM untuk berpartisipasi dan mengambil bagian dalam ajang promosi, hiburan, dan belanja.
“Kehadiran para pelaku UMKM diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong perputaran roda perekonomian di daerah Jawa Timur (Jatim),” tambahnya.
Sementara itu, Emil Elistianto Dardak Wakil Gubernur Jatim yang juga ikut membuka pameran ini, menyampaikan bahwa Jatim menjadi sasaran yang tepat bagi penyelenggaraan PRJ.
Hal itu karena, sebagai provinsi terbesar kedua dengan nilai perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp3.700 triliun, Jatim dinilai memiliki ekosistem yang ideal.
“Orang itu memang datang mencari keramaian dan memang ingin spending. Mereka ingin mencari special offer, penawaran-penawaran khusus sambil menikmati hiburan-hiburan yang ada. Jadi ini saya yakin juga punya nilai perputaran ekonomi UMKM yang baik juga,” tuturnya.
Menurut Emil, PRJ menjadi salah satu peluang UMKM bisa berdaya, karena turut diajak berpartisipasi. Hal ini mengingat UMKM menjadi penyumbang 60 persen perekonomian Jatim.(kir/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

