Minggu, 11 Oktober 2026

IRGC: Supertanker Minyak Meledak usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi Ledakan di Selat Hormuz. Foto: Anadolu

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut sebuah supertanker minyak meledak setelah menghantam ranjau laut saat berupaya keluar dari Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak diizinkan, Sabtu (10/10/2026).

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kapal itu merupakan supertanker yang mampu mengangkut sekitar dua juta barel minyak. Kapal itu disebut sempat mematikan sistem navigasi sebelum mencoba melintasi jalur strategis itu.

Menurut IRGC, tanker tersebut menghantam ranjau ketika berusaha keluar melalui rute alternatif. Ledakan yang terjadi disebut terlihat dari kawasan pesisir.

“Nasib setiap kapal yang mengabaikan aturan di Selat Hormuz adalah kobaran api yang mengerikan,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Anadolu, Minggu (11/10/2026).

Belum ada informasi langsung mengenai identitas kapal, jumlah awak, maupun kemungkinan korban dalam insiden tersebut.

Sehari sebelumnya, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan besar di Selat Hormuz. Mengutip sumber militer, laporan itu menyebut tanker minyak menggunakan jalur yang dianggap tidak sah oleh Teheran kemungkinan menghantam ranjau di jalur selatan.

Untuk diketahui, Iran pada 12 Juli mengumumkan kembali penutupan Selat Hormuz setelah Amerika Serikat melanjutkan serangan pada 8 Juli.

Teheran juga mengancam akan menargetkan kapal yang menggunakan rute selain yang ditetapkan otoritas Iran atau berupaya melintasi selat tanpa izin.

Amerika Serikat (AS) dan Israel sebelumnya melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan yang menewaskan warga AS dan Israel sebelum gencatan senjata dicapai pada April.

AS setelah itu kembali melancarkan serangan ke sejumlah situs Iran di tengah macetnya perundingan antara Washington dan Teheran, meski kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni. Perundingan masih buntu karena perbedaan sikap terkait pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi dan komoditas global. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
34o
Kurs