Senin, 12 Oktober 2026

Iran Nilai Respons AS soal Pembukaan Selat Hormuz Belum Cukup

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Anadolu

Iran menilai respons Amerika Serikat (AS) terhadap tujuh syarat yang diajukan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz masih belum memadai.

Mohsen Rezaei Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan, AS telah menerima sebagian syarat Teheran. Namun, beberapa poin lainnya masih dinilai belum jelas.

Menurutnya, dalam dua bulan terakhir Washington menghubungi Teheran melalui tiga jalur, yakni Pakistan, Qatar, dan Irak. Dalam komunikasi itu, AS meminta Iran menyampaikan usulannya.

Sekitar dua pekan lalu, Iran kemudian menyampaikan tujuh syarat kepada AS. Teheran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka untuk Washington dan tidak ada negosiasi sebelum syarat-syarat tersebut dipenuhi.

Rezaei mengatakan, Iran tidak lagi berada dalam tahap merespons Washington karena AS sudah mengirimkan jawabannya. Namun, jawaban itu dinilai belum cukup.

“Mereka harus memperjelas isu-isu yang masih ambigu bagi kami,” kata Rezaei seperti dikutip laporan kantor berita Tasnim, Minggu (11/10/2026) waktu setempat.

Laporan tersebut tidak merinci seluruh tujuh syarat yang diajukan Iran, maupun syarat mana saja yang telah diterima Washington.

Rezaei juga menyebut kawasan Teluk tidak akan aman tanpa pengelolaan Iran atas Selat Hormuz. Ia menggambarkan kendali atas jalur perairan itu sebagai sumber kekayaan nasional yang sangat besar dan aset penting bagi Iran.

Menurut dia, kepentingan Iran tidak hanya sebatas menutup jalur pelayaran atau memungut biaya transit.

Sebelumnya, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran pada akhir September mengatakan Teheran dapat membuka kembali jalur strategis itu dalam waktu tujuh hari jika Washington menerima proposal yang disampaikan melalui mediasi Qatar.

Dalam rencana tersebut, AS diharapkan mengambil langkah yang disepakati selama empat atau lima hari pertama. Dengan begitu, pelayaran normal di Selat Hormuz dapat dilanjutkan pada hari keenam, sebelum negosiasi kesepakatan akhir dimulai pada hari ketujuh.

Tuntutan Teheran mencakup penghentian permusuhan, pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan pembatasan ekspor minyak Iran, serta penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Iran masih membatasi akses Selat Hormuz sambil menuntut Washington memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni. Teheran menyatakan jalur perairan itu tidak akan sepenuhnya dibuka sampai seluruh syarat dipenuhi dan komitmen AS dijalankan.

Diketahui AS dan Israel sebelumnya melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran merespons dengan serangan rudal dan drone di kawasan, serta secara efektif menutup Selat Hormuz. Setelah itu, Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Washington dan Teheran kemudian menandatangani nota kesepahaman pada Juni terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, pelaksanaannya terhenti karena perbedaan sikap soal keamanan di jalur strategis tersebut. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
31o
Kurs