Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) berencana mengganti nama Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik jadi “Samudera Trump” dan Samudera Amerika”.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri kampanye di Clarksville, Tennessee, Sabtu (10/10/2026) lalu. Ia mengatakan AS sudah memiliki Teluk Amerika dan Danau Amerika, sehingga menurutnya masih perlu memiliki sungai dan samudra dengan nama baru.
“Kita membutuhkan sungai, kita membutuhkan samudra. Jadi saya memikirkan Atlantik atau Pasifik. Kita bisa menyebutnya ‘Samudera Trump’ atau ‘Samudera Amerika’. Sesuatu seperti itu,” kata Trump seperti dikutip People, Minggu (11/10/2026).
Gagasan itu, sebelumnya pernah disampaikan Trump saat penandatanganan perintah eksekutif pada 27 Agustus. Tapi akhir pekan lalu, ia kembali menyinggung jika perubahan nama itu harus dilakukan sebelum masa pemerintahannya berakhir.
Meski demikian, pemerintah AS hanya memiliki kewenangan mengubah penamaan geografis yang digunakan dalam peta dan dokumen resmi domestik. AS tidak dapat memaksa negara lain maupun organisasi internasional untuk mengikuti perubahan nama tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS itu telah mengganti penyebutan Teluk Meksiko jadi Teluk Amerika, melalui perintah eksekutif pada Januari 2025.
Ia juga mengembalikan nama Denali, gunung tertinggi di Amerika Serikat, menjadi Gunung McKinley. Nama Denali sebelumnya digunakan pada masa pemerintahan Barack Obama pada 2015, sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat asli Alaska.
Pada Agustus lalu, Trump juga sempat menyebut rencana mengganti nama Danau Ontario menjadi “Danau America” di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada.
Dalam sebuah video, Trump terlihat mencoret nama Danau Ontario pada peta menggunakan spidol.
“Kami akan membuat sedikit perubahan. Kami akan menyebutnya dengan nama yang berbeda dari Danau Ontario. Kami akan menyebutnya Danau Amerika. Yang diperlukan hanya pena yang bagus dan sedikit kecerdasan,” kata Trump saat itu. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

