Senin, 12 Oktober 2026

Harapan UMKM dan Warga di Hari Jadi Ke-81 Jatim: Dorong Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim di Grahadi Surabaya, Minggu (12/10/2026). Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyalami petugas usai upacara yang dihadiri Forkopimda dan ribuan warga. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Berbagai lapisan masyarakat yang hadir dalam upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur (Jatim), turut menitipkan harapan pemerataan ekonomi dan pembangunan kepada Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2026).

Deky Sugeng Ketua DPW Asosiasi Pedagang Mie Bakso Nusantara Bersatu Jawa Timur (Jatim) berharap pelaku UMKM sebagai penopang ekonomi daerah mendapat perhatian lebih.

“Kurang lebih 60 persen PDRB Jawa Timur itu disumbang dari UMKM, termasuk anggota kami. Itu lebih diberdayakan, dalam artian nanti mereka bisa ada pembinaan, ada pembiayaan,” ujar Deky usai upacara.

Menurutnya, anggota asosiasi sudah memiliki legalitas usaha seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal. Tapi yang jadi tantangan utamanya saat ini adalah pemasaran.

“Tinggal pemasarannya, untuk pemasaran bagaimana supaya mereka bisa difasilitasi, baik itu kepala dinas atau instansi terkait,” katanya.

Terkait kepemimpinan, Deky menilai kepemimpinan Khofifah pada periode kedua sudah berjalan baik dan membawa kesejahteraan.

“Jawa Timur itu swasembada beras, dan dalam artian ibu (Khofifah) memimpin itu, selama ini masyarakat juga sejahtera. Supaya nanti ke depannya tongkat estafet itu akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Harapan senada disampaikan Nuzul, warga Surabaya. Ia berharap visi Jawa Timur Munggah Maju Berkelanjutan dapat dirasakan merata di seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap Jawa Timur ke depannya dapat berlaku bagi seluruh masyarakat dalam hal pemerataan, yaitu dalam sektor pendidikan, sektor ekonomi, dan sektor kesehatan. Semoga lebih baik, lebih maju, dan lebih unggul daripada provinsi yang lainnya,” kata Nuzul.

Ia juga berharap pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan menyentuh daerah terpencil.

“Semoga (pemerintahan) Bu Khofifah di tahun ke depannya banyak mencakup peningkatan kesejahteraan, pembangunan, pemerataan infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil di Jawa Timur yang mungkin selama ini belum tercakup,” ujarnya.

Harapan warga tersebut sejalan dengan capaian yang dipaparkan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) dalam pidatonya. Dengan tema Maju Berkelanjutan melalui Nawa Bakti Satya 2025-2029, Khofifah menyebut ekonomi Jatim tumbuh 5,84 persen, tertinggi se-Jawa dan di atas rata-rata nasional.

Selain itu, kemiskinan ekstrem per Maret 2026 tercatat 0,29 persen dan ditargetkan nol persen, tingkat pengangguran terbuka 3,42 persen per Mei 2026, serta 4.716 desa mandiri.

Khofifah juga memaparkan Trans Jatim telah beroperasi di 8 koridor, 96,12 persen warga telah terlindungi jaminan kesehatan, dan peran Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara yang menyuplai hampir 80 persen logistik di 17 provinsi.

“Peran sebagai Gerbang Baru Nusantara juga harus membawa manfaat yang semakin merata di seluruh wilayah Jawa Timur,” kata Khofifah dalam pidatonya.(fia/wld/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
34o
Kurs