Senin, 19 Oktober 2026

Anak Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Bocah Down Syndrome di Surabaya Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Z (10 tahun), penyandang Down Syndrome asal Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya meninggal dunia pada Sabtu 12 September 2026 diduga usai menjadi korban bully. Foto: Istimewa

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut, anak berhadapan dengan hukum (ABH) terlibat kekerasan terhadap anak down syndrome hingga meninggal, menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSD Prof. dr. Moeljono, Menur, Surabaya.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, setelah pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit untuk proses hukum di Polrestabes Surabaya, Pemkot akan menindaklanjuti dengan pendampingan.

“Maka kita lakukan dulu apakah kejiwaannya ada gangguan atau tidak atau seperti apa. Ini yang masih dalam proses pemeriksaan di Polrestabes. Nanti setelah itulah baru kita akan tindak lanjuti tetapi yang pasti kita lakukan pendampingan. Tapi yang kedua saya berharap betul ini,” bebernya pada Senin. (19/10/2026).

Ia berharap kejadian ini jadi evaluasi semua orang tua untuk lebih mendekatkan diri ke anak.

Sementara itu, Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya menyebut, selain mendampingi keluarga korban Z (10 tahun), pihaknya juga melakukan penjangkauan terhadap dua anak yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
32o
Kurs