Senin, 26 Oktober 2026

Merger Maskapai BUMN Ditunda, Danantara Prioritaskan Pembenahan Garuda Indonesia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Pesawat Garuda Indonesia GA-330 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Foto: Garuda Indonesia

Danantara Indonesia menunda rencana penggabungan atau merger maskapai penerbangan BUMN, termasuk Garuda Indonesia dan Pelita Air. Danantara bakal lebih dulu memprioritaskan bisnis dan peningkatan kualitas pelayanan sebelum konsolidasi tersebut dilaksanakan.

Dony Oskaria Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia mengatakan, rencana merger belum dapat dijalankan karena kondisi bisnis kedua perusahaan masih membutuhkan perbaikan.

“Belum, ya. Belum. Karena kan kalau dimerger-kan kondisinya belum betul-betul baik dua-duanya,” kata Dony seusai menghadiri Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026), dilansir Antara.

Menurutnya, Danantara memilih memprioritaskan transformasi masing-masing perusahaan agar proses penggabungan nantinya tidak menimbulkan tambahan beban operasional maupun keuangan.

Khusus Garuda Indonesia, Dony yang juga menjabat Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menilai pembenahan masih perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman penumpang.

Perbaikan tersebut mencakup seluruh tahapan perjalanan, mulai dari pelayanan sebelum penerbangan, selama berada di dalam pesawat, hingga setelah penumpang tiba di tujuan.

“Saya sebenarnya kan berharap bahwa ini total terjadi perubahan mulai dari pre-flight, in-flight, post-flight-nya. Service-nya mesti berubah,” ujarnya.

Danantara juga tengah mengevaluasi proses lapor masuk penerbangan (check-in) serta pelayanan di dalam pesawat. Dony menilai transformasi yang berjalan sejauh ini belum sepenuhnya memenuhi harapan.

Selain memperbaiki kinerja bisnis dan pelayanan, Danantara juga menyiapkan rencana penyegaran merek atau rebranding Garuda Indonesia. Dony menyebut penyegaran itu dapat mencakup perubahan seragam dan identitas visual perusahaan.

Namun, nama Garuda Indonesia dipastikan tetap dipertahankan. “Nanti akan kita ada rebranding juga. Tapi bukan namanya ya, namanya tetap ya pasti Garuda Indonesia,” ungkap Dony.

Menurutnya, penyegaran merek itu bertujuan menghadirkan tampilan yang lebih segar, disertai semangat dan motivasi baru dalam meningkatkan kualitas perusahaan. Meski demikian, perubahan seragam maupun identitas visual masih dalam tahap evaluasi dan belum menjadi keputusan akhir.

Dony kembali menegaskan bahwa penggabungan maskapai BUMN baru akan dilakukan setelah kondisi bisnis perusahaan yang terlibat dinilai membaik. “Nanti kalau dua-duanya sudah bagus, baru kita lakukan merger-nya,” tuturnya.

Sebelumnya, pada 24 Juli 2026, Danantara bersama BP BUMN menyampaikan rencana konsolidasi maskapai pelat merah dengan menempatkan Garuda Indonesia sebagai induk usaha. Dalam rencana tersebut, Pelita Air akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group.

Kemudian, pada 15 Oktober 2026, keduanya memperkuat arah transformasi Garuda Indonesia melalui optimalisasi armada, pengembangan pasar, peningkatan pengalaman pelanggan, serta penguatan daya saing maskapai nasional.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada 2 Oktober 2026, Garuda Indonesia mencatat pendapatan sebesar 1,80 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp32,52 triliun pada semester pertama 2026. Angka itu meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, rugi bersih perseroan menyusut 23,2 persen menjadi 113 juta dolar AS atau sekitar Rp2,04 triliun, dari sebelumnya 147,1 juta dolar AS pada semester pertama 2025.

Adapun berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Garuda Indonesia Group melayani 21,2 juta penumpang sepanjang 2025, turun 10,5 persen dibandingkan 23,7 juta penumpang pada 2024, seiring penurunan frekuensi penerbangan domestik. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2026
29o
Kurs