Sabtu, 31 Oktober 2026

Jenazah Pelaku Penusukan Jembatan Nginden Ditemukan 800 Meter dari Lokasi Awal Pencarian

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas gabungan usai mengevakuasi jenazah RBS, pria asal Pematang Siantar, Sumatera Utara pelaku penusukan di Jembatan Nginden, Surabaya yang ditemukan 800 meter dari lokasi awal pencarian usai meloncat ke Sungai Jagir, Sabtu (31/10/2026). Foto: Command Center Surabaya

Jenazah RBS, pria asal Pematang Siantar, Sumatera Utara pelaku penusukan di Jembatan Nginden, Surabaya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal pencarian, Sabtu (31/10/2026) pagi.

Pria berusia 32 tahun itu sebelumnya melompat ke Sungai Jagir untuk menghindari amuk massa, setelah melakukan penusukan terhadap seorang pengguna jalan di kawasan tersebut pada, Kamis (29/10/2026) malam.

“Pukul 05.32 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam keadaan MD pada titik 7°18’28″S 112°46’05″E sejauh 800 meter dari LKK (lokasi kejadian),” demikian laporan tertulis Command Center Surabaya, Sabtu.

BACA JUGA: Jenazah Pria Diduga Pelaku Penusukan di Jembatan Nginden Ditemukan Tersangkut Eceng Gondok

Selanjutnya, sekitar pukul 06.15 WIB, Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju kamar jenazah RS Bhayangkara.

Dengan ditemukannya jenazah tersebut, operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari pun dinyatakan selesai. Sebelumnya, pencarian dilakukan sejak, Jumat (30/10/2026) dini hari, menggunakan perahu karet dari BPBD Kota Surabaya, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta kepolisian.

Petugas awalnya menyisir sungai hingga radius satu kilometer dari lokasi kejadian. Pada Jumat siang, pencarian diperluas hingga kawasan Greenlake Wonorejo dengan mengerahkan lima perahu karet, tetapi belum membuahkan hasil.

Pencarian hari pertama kemudian dihentikan sekitar pukul 15.21 WIB dan dilanjutkan pada Sabtu pagi hingga jenazah ditemukan.

Sebelumnya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya menjelaskan, peristiwa itu bermula dari cekcok antara dua rombongan pengendara mobil Toyota Avanza dan Toyota Innova Zenix.

Menurut Luthfie, pengendara Innova Zenix awalnya menegur pengendara Avanza karena dinilai mengemudi secara ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Namun, teguran tersebut justru memicu pertengkaran karena rombongan Avanza diduga dalam kondisi mabuk.

“Karena dinilai membahayakan, pengendara Innova Zenix menegur pengendara Avanza. Namun, karena pengendara Avanza diduga dalam keadaan mabuk, mereka tidak terima dan terjadilah perpecahan,” kata Luthfie, Jumat (30/10/2026).

Saat keributan berlangsung, salah satu orang dari rombongan Avanza mengeluarkan pisau dan menusuk korban hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Setelah menusuk korban dan diamuk massa, pelaku kemudian melarikan diri dengan cara terjun ke Kali Jagir,” jelasnya.

Luthfie menyebut, arus sungai pada malam kejadian cukup deras dengan perkiraan kedalaman mencapai delapan meter. Polisi juga menduga pria yang melompat tersebut tidak bisa berenang.

Petugas gabungan kemudian melakukan pencarian sejak Jumat pagi dengan mengerahkan perahu karet dan personel penyelamat. Posko pencarian juga didirikan di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, tiga orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut telah diperiksa sebagai saksi oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2026
35o
Kurs