Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan bakal tetap mempertahankan kebijakan tarif yang ada meski Partai Republik kalah besar dalam pemilihan paruh waktu pekan ini.
Terlebih, kebijakan tarif dikhawatirkan menjadi salah satu faktor melonjaknya biaya hidup di AS yang menjadi isu penting dalam pemilu kali ini. Trump berdalih sudah banyak negara yang menanam modal di AS, demi menghindari tarif impor tinggi yang dia tetapkan.
“Jika kita batalkan tarifnya, mereka pasti akan kegirangan dan kemudian langsung menghentikan pembangunan mereka di sini,” kata Trump Kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (6/11/2026) yang dikutip Kyodo News.
Ia juga mengatakan bahwa pencabutan kebijakan tarif akan membuat barang-barang dari China, Jepang, dan Korea Selatan datang membanjiri pasar AS.
Sebelumnya, Partai Demokrat, yang berhasil meraih kursi mayoritas di DPR dan Senat AS melalui pemilihan paruh waktu pada, Selasa (3/11/2026), mengisyaratkan akan mendorong pemerintahan Trump mencabut tarif impor setelah sesi sidang Kongres AS yang baru dimulai Januari 2027.
Akan tetapi, semua RUU yang dapat disahkan Partai Demokrat di Kongres AS masih dapat diveto Trump.
Pemerintahan Trump telah menetapkan tarif hingga sebesar 12,5 persen untuk barang-barang dari 60 mitra dagang AS, termasuk China, Jepang, dan Uni Eropa. Pungutan tarif untuk sektor tertentu juga telah diberlakukan untuk impor komoditas permobilan dan baja. (bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

