Minggu, 1 November 2026 | 18:05 WIB
Joko Widodo (Jokowi) Presiden ke-7 Republik Indonesia mengungkapkan dampak tuduhan ijazah palsu terhadap reputasi dirinya.
Ia menyebut sekitar 18 persen masyarakat Indonesia masih percaya terhadap tudingan bahwa ijazah pendidikannya palsu.
Menurut Jokowi, persentase tersebut jika dikonversikan ke jumlah penduduk setara dengan kurang lebih 34 juta orang.
Angka itu ia sampaikan saat memberikan kesaksian dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).




