Sabtu, 17 Oktober 2026
Imbas <i>Global Warming</i>

Ancam Produksi Beras, Pemerintah Harus Antisipasi

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Melonjaknya lahan pertanian puso, menurut Profesor SUKARTAWI Pengamat Pertanian Universitas Brawijaya, juga imbas global warming (pemanasan global). Ini tidak hanya dialami Indonesia tapi juga negara-negara lainnya.

Pada suarasurabaya.net, Selasa (14/08), SUKARTAWI mengatakan, terjadinya global warming harus diantisipasi dengan cepat oleh pemerintah. Antisipasi bisa berupa menggerakkan sumber air lokal, menggunakan air secara efisien dan mencoba membuat pompa-pompa air.

Jika tidak diantisipasi segera, akan mengganggu produksi beras. Tahun lalu saja, ungkap SUKARTAWI, produksi beras turun hingga 20%.

”Selama ini Dinas Pertanian kewalahan dengan menangani begitu banyak area. Dengan pemerintahan yang terdesentralisasi, seharusnya pemerintah propinsi menjadi aktor yang mampu mengantisipasi perubahan iklim dan tidak menunggu dari pusat,”ujarnya.

Terganggunya produksi beras, kata SUKARTAWI, memperlakukannya harus dua arah baik dari peningkatan produksi maupun konsumsi berasnya. Akan percuma saja produksi ditingkatkan sementara konsumsinya tidak diatur.

”Pemerintah perlu membudayakan penganekaragaman makanan. Dengan demikian, jika produksi beras turun, tidak otomatis impor beras,”tukasnya.

SUKARTAWI menjelaskan tahun lalu produksi beras nasional mencapai 2,1 juta ton. Target pemerintah dengan mendatangkan benih hibirda dari China harus dipikirkan kembali. Pasalnya, benih hibrid perlu air dan teknologi, sementara petani tidak gampang di-stir.

Selama musim kemarau, petani bisa menanam palawija selama tidak ada masalah dengan air. Alternatif lainnya, mengembangkan campuran padi lahan kering dimana pemerintah bisa memfasilitasi benihnya. ”Memang petani tidak biasa dengan pilihan ini. Padi lahan kering dari sifat genetiknya tidak perlu air terlalu banyak dan ini cocok untuk musim kemarau,”pungkasnya. (tin)

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
35o
Kurs