Minggu, 18 Oktober 2026
Gelar Pelatihan

Investor Minim, Pasar Modal Berkembang

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Minimnya jumlah investor di Indonesia serta susahnya mencari tenaga kerja yang memiliki knowlegde tentang pasar modal, mendorong Danareksa dan PT Bursa Efek Surabaya (BES) mengadakan pelatihan bagi koperasi, akademisi dan potensial investor tentang pasar modal, 4-6 Mei 2007.

Menurut RICKY YANTO Assistant Vice President Retail Distribution Equity Capital Markets Danareksa, sampai saat ini jumlah investor di Indonesia hanya 150 ribu orang saja. Jumlah investor ini tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta.

Sementara capital market (pasar modal) terus berkembang pesat. Indikasinya, terlihat dari semakin tingginya nilai transaksi yang ada di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan BES. Di BEJ saja targetnya hanya Rp 2 trilyun per hari sekarang bisa mencapai Rp 7 trilyun. Di BES bisa tercapai sekitar Rp 4 trilyun.

“Berkembangnya capital market dipicu makin banyaknya orang mencari dana dengan cara lebih cepat tapi murah, seperti obligasi dimana suku bunga obligasi lebih tinggi dari perbankan. Apalagi setelah nilai penjaminan simpanan turun hingga Rp 100 juta, obligasi maupun saham jadi incaran investor. Pemerintah juga ikut menjual ORI,”papar RICKY pada suarasurabaya.net, Senin (04/06).

Pelatihan dilakukan agar orang sebelum bertransaksi sudah tahu caranya dan tidak sampai tertipu. Semua lapisan masyarakat diedukasi bagaimana transaksi di pasar modal untuk bisa memperoleh uang lebih dengan cara yang benar. Berikut penjelasan RICKY, {clip*1}.

Kebutuhan akan tenaga kerja yang punya knowledge dan dunia kerja yang menyediakan lapangan kerja, diakui RICKY, ibaratnya seperti egg and chicken. Di daerah, terkadang dunia pendidikan sudah memberikan ilmunya tapi begitu mau kerja tidak ada tempatnya. Sedangkan di kota, tempat kerja menyediakan tapi susah mencari tenaga kerja. Alternatifnya, dilakukan proses pembelajarancapital market bagi siapa saja yang mau belajar.

SOEGIANTO Kepala Dekominda (Dewan Koperasi Pimpinan Daerah) Surabaya mengatakan pelatihan angkatan kedua bagi anggota Dekominda ini sangat penting. Pasalnya, selama ini kegiatan koperasi hanya pada koperasi simpan pinjam dan pertokoan. Padahal banyak koperasi yang memiliki modal besar tapi tidak punya wawasan tentang pasar modal.

“Mind set pelaku di koperasi perlu dibenahi, sehingga koperasi perlu orang yang mengerti peluang di capital market. Apalagi di Koperasi Sekunder, merupakan kumpulan investasi dari koperasi primer. Misalnya Koperasi Wanita Setia Bakti investasinya mencapai Rp 75 milyar dengan SHU lebih dari Rp 2 milyar. Anggotanya sendiri lebih dari 11 ribu orang,”paparnya.

Untuk angkatan I tahun 2006, 25 koperasi mengikuti pelatihan pasar modal. Dan tahun 2007 untuk angkatan II juga diikuti 25 koperasi.

Teks foto :
1. RICKY YANTO
2. Koperasi dalam wadah Dekominda mengikuti pelatihan pasar modal di PT BES
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
33o
Kurs