Jawa Timur sampai saat ini baru menyumbang premi Rp 4 trilyun ke industri asuransi nasional. Premi tersebut meliputi premi asuransi jiwa (60%) dan kerugian serta syariah.
Untuk target pertumbuhan bisnis industri asuransi, Drs ASY’ARI SUPARMIN Ketua Ikatan Agen Asuransi Indonesia (IAAI) pada suarasurabaya.net, Selasa (12/06), mengatakan, juga akan ditingkatkan menjadi 35% pada tahun ini. Sedangkan tahun kemarin pertumbuhan bisnis di angka 25%.
Melalui wadah pembentukan IAAI Jawa Timur ini, kata ASY’ARI, pihaknya optimis bisa mencapai target yang ditentukan. IAAI Jawa Timur ini merupakan cabang kedua setelah IAAI Palembang.
Sebagai langkah awal kegiatan IAAI Jawa Timur, ASY’ARI menyebut, pada Agustus 2007 mendatang akan digelar Jawa Timur Insurance Gathering. Gathering akan diikuti sekitar 1000-1200 orang dari total agen asuransi di Jawa Timur yang mencapai 10 ribu agen.
Sementara untuk sertifikasi anggota terhadap profesi, menurut ASY’ARI, dilakukan Asosiasi Agen Asuransi Jiwa Indonesia bukan IAAI. “IAAI terfokus pada peningkatan SDM agar sesuai standar yang ditentukan baik dari cara berkomunikasi si agen asuransi, penampilan serta cara berbicara,”ujarnya.
Khusus pasar asuransi syariah, diakui ASY’ARI, masih kecil baru 2% di Jawa Timur. Ini disebabkan asuransi syariah masih baru di industri asuransi. Dari 600 agen asuransi di Jawa Timur hanya ada 80 agen asuransi syariah.
ASY’ARI menambahkan dengan terbentuknya IAAI Jawa Timur ini bisa meningkatkan pendapatan agen, bahkan kehidupan masyarakat Jawa Timur akan menjadi lebih baik. Kemiskinan dan penggangguran berkurang serta mewujudkan tujuan besar asuransi yakni meminimalkan resiko kehidupan masyarakat di Jawa Timur. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

