Minggu, 18 Oktober 2026

Membidik Pebisnis, Tawarkan Fasilitas Beda

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Kesibukan di Hong Kong International Airport (HKIA) berimbas positif pada bisnis perhotelan yang ada di kawasan bandara. Bahkan para bisnisman yang datang untuk mengikuti pelatihan maupun melakukan bisnis di Hong Kong, menjadi target sasaran manajemen hotel. Seperti halnya yang dilakukan manajemen Regal Airport Hotel, yang lokasinya berada di Cheong Tat Road Chek Lap Kok Hong Kong.

Hotel berbintang lima yang berada tepat di seberang HKIA, cukup ditempuh jalan kaki dalam waktu 5 menit. Akses menuju ke lobi hotel menjadi satu dengan HKIA.

Lokasi yang strategis ini, menurut GARY AU Director of Sales Regal Airport Hotel, poin yang menguntungkan pihaknya dibandingkan hotel-hotel lainnya yang ada di Hong Kong.

Regal Airport Hotel yang memposisikan sebagai Meeting & Conference Centre, kata GARY, memiliki fasilitas yang tidak dimiliki hotel lainnya, yakni ballroom terbesar tanpa pilar di Hong Kong, berkapasitas 1500 orang. Bahkan ada fasilitas pertemuan bagi para pimpinan perusahaan, Om Spa dengan fasilitas kebugaran dan 6 restoran. Jumlah kamar 1104 unit.

Mengenai tingkat okupansi hotel saat ini, kata GARY, di kisaran 75% dengan tamu terbanyak (40%) dari Amerika Serikat. Disusul dari Vietnam dan Cina yang datang ke Hong Kong untuk travelling atau business meeting.

Sementara tamu dari Indonesia, diakui GARY, tidak lebih dari 1%. “Tapi tamu dari South East Asia juga merupakan market penting bagi Regal Airport Hotel, termasuk Indonesia,”ujar GARY.

Meski lokasi yang dimiliki Regal Airport Hotel sangat strategis, GARY mengatakan, pihaknya harus pintar memainkan strategi menghadapi persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat, terutama jaringan perhotelan dari luar Hong Kong. Apalagi dalam waktu dekat, Macao akan mengembangkan bisnisnya di Hong Kong termasuk bisnis perhotelan. Berikut penjelasan GARY pada suarasurabaya.net, {clip*1}.

Melihat bisnis di Hong Kong tumbuh dengan cepat, Regal Airport Hotel menargetkan peningkatan okupansi hingga 10% di tahun 2007 yakni 80%. Tahun 2006, tingkat okupansi rata-rata di angka 70%.

Sedangkan dari sisi revenue hotel, ungkap GARY, ditargetkan naik di angka 15%-18% dibanding 2006. Menjelang musim liburan bulan depan, pihaknya berharap bisa meningkatkan kedatangan tamu lokal sekitar 20%-25%.

Regal Airport Hotel dioperasikan Regal Hotels International operator hotel terbesar di Hong Kong. Selain Regal Airport, Regal Hotels International juga mengoperasikan Regal Hong Kong Hotel (berbintang 5), Regal Kowloon Hotel (bintang 5), Regal Oriental Hotel (bintang 4) dan Regal Riverside Hotel (bintang 4).

Regal Hotels International juga mengoperasikan dua hotel di Shanghai yakni Regal Shanghai East Asia Hotel dan Regal International East Asia Hotel. Total jumlah kamar yang dioperasikan sebanyak 3990 unit.

“Operator menargetkan pertambahan 10 hotel baru dalam waktu 1-2 tahun ke depan. Dan rata-rata hotel yang dioperasikan Regal Hotels International berlokasi dekat bandara udara. Jadi cukup mudah mengingat trade mark Regal,”ungkapnya.

Meski saat ini Regal Airport Hotel menikmati pertumbuhan bisnis perhotelan, namun sempat merasakan dampak mewabahnya virus Avian Influensa (flu burung) di Hong Kong. Tingkat okupansi rata-rata hotel di Hong Kong, menurut GARY, tinggal 6%-10%.

“Waktu ada Sars, tingkat okupansi Regal Kowloon tinggal 6% dan Regal Airport 10%. Hanya ada rombongan tamu dari Jepang yang menginap di 50 kamar saja selama 5 hingga 6 bulan,”pungkasnya.

Teks foto :
1. Regal Airport Hotel menerima imbas kesibukan penumpang dari Hong Kong International Airport
2. Lobby Regal Airport Hotel
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
29o
Kurs