Kinerja sektor perdagangan Jawa Timur tahun 2006 berhasil menembus rekor baru. Ini berdasarkan volume nilai ekspor US$ 100,8 milyar. Sedangkan volume nilai ekpor non migas meningkat 19,81% yakni dari US$ 66,3 milyar tahun 2005 menjadi US$ 79,59 milyar.
Drs AHMAD SALEH MM Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dalam Forum Dialog Fasilitasi Ekspor Impor di Hotel Tunjungan, Kamis (26/07), kinerja sektor perdagangan juga menunjukkan perkembangan produktif.
Kata AHMAD, dibandingkan perkembangan ekspor tahun 2005, tahun 2006 volume ekspor naik 23,47%. “Untuk posisi semester I/2007, total nilai ekpor non migas Jawa Timur naik 26% dibandingkan periode sama tahun 2006 yakni sebesar US$ 4,06 milyar jadi US$ 5,15 milyar,”ujarnya.
Sementara kinerja impor non migas Jawa Timur tahun 2006, ungkap AHMAD, mencapai US$ 0,8 milyar atau naik 8,73% dibandingkan periode yang sama tahun 2005. Meningkatnya nilai ekspor tersebut disebabkan faktor pendukung diantaranya, meningkatnya harga komoditi di pasar internasional, permintaan dunia yang meningkat dan volume ekspor yang mengalami peningkatan.
“Disamping kondisi internal maupum eksternal yang ikut mendorong seperti stabilitas ekonomi makro, adanya peningkatan utilitas kapasitas terpasang sejalan meningkatnya impor barang lokal dan bahan baku penolong serta kondisi pasar yang makin mendorong kegiatan ekspor,”tukasnya.
Penyumbang ekspor terbesar terhadap nilai ekspor, sebut AHMAD, berasal dari ekspor barang manufaktur (90,8%), pertanian (8,11%) dan pertambangan (0,39%). Meski demikian, diakui AHMAD, masih banyak kendala dan hambatan terutama masalah internal yang hingga kini belum kondusif. Kendala dan hambatan ini menimbulkan kesulitan dalam meningkatkan daya saing dan high cost economy.
Melalui forum dialog yang digelar Direktorat Fasilitasi Ekpor Impor Departemen Perdagangan Luar Negeri, AHMAD berharap, dapat menjadi ajang komunikasi pelaku ekspor dengan instansi terkait mengatasi setiap permasalahan yang ada. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

