Selasa, 20 Oktober 2020

Dalam Setahun, 14 Ribu Kapal Sandar di Perak

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Kunjungan kapal di pelabuhan Tanjung Perak terus mengalami kenaikan. Selama tahun 2013 saja total kunjungan kapal mencapai 76.29 juta Gross Tonage (GT) atau naik 4 persen dari tahun 2012.

Dhany R. Agustian Kepala Humas Cabang Pelubah Tanjung Perak Surabaya dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, mengungkapkan data realisasi arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tahun 2013 mencapai 14.198 unit kapal. “Ekonomi di kawasan Indonesia timur memang terus bergeliat dengan terus meningkatnya kunjungan kapal yang bongkar muat di Tanjung Perak,”kata dia.

Dari sisi jumlah kunjungan kapal memang mengalami penurunan karena tahun 2012 mencapai 14.773 unit, namun dalam hal ukuran kapal justru menunjukkan peningkatan hingga 4 persen dibandingkan realisasi 2012 sebesar 73,12 juta GT.

Jika dilihat berdasarkan jenis kapalnya, kapal peti kemas masih mendominasi dengan jumlah mencapai 4.829 unit dengan bobot 38,11 juta GT, kemudian disusul kapal pengangkut general cargo mencapai 3.018 unit dengan bobot 10,74 juta GT. Sedangakan kunjungan kapal penumpang mencapai 1.265 unit dengan bobot mencapai 9,43 juta GT.

Berdasarkan jenis kapal, bobot kapal tanker tercacat naik 71 persen paling tinggi dibanding jenis kapal lainnya di tahun 2012 dengan jumlah 705 unit mencapai bobot 6,13 juta GT dari lainnya.

Selanjutnya, kapal yang membawa muatan curah kering bobotnya juga tercatat naik 12 persen dibanding tahun 2012 sebanyak 263 unit dengan bobot 6,73 juta GT.

Berdasarkan bendera kapal di Pelabuhan Tanjung Perak masih didominasi oleh kapal berbendera Indonesia sebesar 80 persen dibandingkan kapal berbendera asing. Kapal berbendera Indonesia mencapai 12.135 unit dengan bobot mencapai 39,84 juta GT, sedangkan kapal berbendera asing tercatat 2.063 unit atau 36,44 juta GT.

Kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak adalah kapal yang cenderung besar dengan draft yang lebih dalam pula. “Bisa dibayangkan jika Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) nanti setelah dilakukan pengerukan dan pelebaran alur maka dapat diprediksi kapal yang masuk akan jauh lebih banyak dan besar sehingga nantinya mampu menekan biaya logistik,” kata dia. (fik/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2020
29o
Kurs