Selasa, 13 Oktober 2026

Rendahnya Confidence Macroeconomic Management Pemerintah, Akibatkan Rupiah Anjlok

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Rendahnya kepercayaan diri terhadap macroeconomic management pemerintahan Jokowi mengakibatkan Rupiah Anjlok, hari ini Senin (15/12/2014) rupiah sempat anjlok ke 12.692.

Dradjad Hari Wibowo Ekonom dari Sustainable Development Indonesia (SDI) mengatakan, sebenarnya dengan dihentikannya QE oleh the Fed, memang pasar meyakini suku bunga di US naik. Dana pun kembali ke US dollar, sehingga USD menguat di dunia.

Tapi, kata Dradjad, anjloknya Rupiah juga disebabkan oleh rendahnya confidence terhadap macroeconomic management dari pemerintahan Jokowi.

“Confidence ini tidak merosot drastis, tapi lemah. Pemicunya adalah inflasi setelah kenaikan harga BBM yang melebihi ekspektasi. Pasar juga kurang yakin apakah trade balance Indonesia akan membaik signifikan setelah kenaikan harga BBM.” tegas Dradjad di Jakarta, Senin (15/12/2014).

Ia menjelaskan, Indonesia terlalu tergantung pada ekspor komoditi, sementara harga komoditi ikut anjlok sejalan anjloknya harga minyak.

Menurutnya, kemampuan pemerintah untuk meningkatkan pajak dan membiayai pembangunan juga disangsikan, karena anjloknya harga komoditas itu. Intinya, pemerintah harus bisa meyakinkan pasar bahwa pemerintah punya strategi untuk mengompensasi dampak anjloknya harga komoditas.

“Seperti India yang sekarang menikmati confidence cukup tinggi sehingga Rupee relatif stabil terhadap USD meski mata uang lain melemah. Ini karena masuknya banyak modal baru ke India.” pungkasnya.(faz/rst)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
29o
Kurs