Sabtu, 13 Agustus 2022

Perhutani Prioritaskan Malang Sebagai Kawasan Eco-Tourism

Laporan oleh Dodi Pradipta
Bagikan

Perum Perhutani Jawa Timur memprioritaskan Malang sebagai kawasan Eco-Tourism. Saat ini, ada 25 titik di Malang yang sedang dikembangkan sebagai kawasan wisata alam yang ramah lingkungan.

Andi Purwadi Kadiv Regional Perum Perhutani Jawa Timur mengatakan, pengembangan Malang sebagai kawasan Eco-Tourism ini sejalan dengan bergulirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Potensi sumber daya hutan kita itu banyak. Kami ingin memanfaatkan kedatangan turis-turis asing yang datang ke Jawa Timur. Khususnya Malang, saat ini ada 25 titik yang sedang dikembangkan. Seperti Bajul Mati, Tiga Warna, atau Goa China,” kata dia kepada suarasurabaya.net, Selasa (29/3/2016) di Surabaya.

Andi mengatakan, tanpa mengesampingkan wilayah lain, destinasi wisata di Malang memang memiliki keunikan tersendiri. Untuk itulah Perum Perhutani Jatim benar-benar ingin memanfaatkan potensi kota ini.

“Hutan payau itu biasanya varietasnya seragam. Tapi kalau di Balaikambang, Malang, terdapat banyak variasinya. Jadi bukan hutan payau yang homogen,” ujarnya.

Total, Perhutani Jatim saat ini menangani 70 titik yang dioptimalkan sebagai kawasan Eco-Tourism.

“Untuk sementara memang kami kelola sendiri ini. Tapi kami tetap bekerjasama dengan pemda dan membuka diri terhadap investor,” ujar dia.

Saat ini, Perum Perhutani Jatim bersama para stakeholder juga sedang berkonsentrasi terkait infrastruktur menuju destinasi wisata.

Andi menuturkan bahwa jika jalur lingkar selatan di Jawa Timur telah rampung, maka potensi-potensi wisata di Jawa Timur akan semakin baik.

Selain itu, Andi mengatakan pihaknya juga ingin memberdayakan kualitas hidup masyarakat sekitar destinasi wisata.

Dengan adanya LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami akan bina, seperti membuat karang taruna atau kelompok-kelompok yang nantinya akan kami jadikan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). Kami tingkatkan kemampuan (skill) mereka, sehingga pelanggan puas saat berkunjung ke daera wisata,” kata dia.(dop)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 13 Agustus 2022
24o
Kurs