Jumat, 2 Januari 2026

Jatim Berkontribusi 20 Persen Total Ekspor Kriyanusa Nasional

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Nina Soekarwo Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jatim di stan Dekranasda kabupaten Pasuruan. Foto: Jose suarasurabaya.net

Nina Soekarwo Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jatim mengatakan pameran Kriyanusa merupakan peluang bagi para perajin untuk mempromosikan karyanya dalam merebut pasar di luar negeri.

Sebab itu Jatim berupaya memanfaatkan peluang yang cukup besar dari pameran Kriyanusa yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional.

Dekranasda provinsi Jatim mendorong seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mempromosikan produk unggulan daerahnya melalui pameran Kriyanusa.

Menurut Nina Soekarwo, Dekranasda Jatim juga memfasilitasi kabupaten/kota ikut berpameran tingkat nasional secara bergiliran.

Melihat peluang yang cukup besar dalam pameran ini, pengurus Dekranasda kabupaten/kota di Jatim berangkat sendiri.

Yang diharapkan bukan hanya omset selama mengikuti pameran, tapi
transaksi pembelian pasca pemeran.

“Ada tiga jenis produk unggulan dari Jatim yang banyak diminati luar negeri dalam pameran kali ini maupun pameran sebelumnya. Tiga kriya itu batik kulit dan perhiasan,” kata Nina Soekarwo saat ditemui di stan Dekranasda kabupaten Pasuruan.

Yang membanggakan, kata Ketua Dekranasda Propinsi Jatim itu, bahwa 20 persen dari nilai ekspor kriya nasioal berasal dari Jawa Timur.

Joko Widodo Presiden sebelumnya mengatakan desain maupun kualitas hasil karya anak bangsa yang dipromosikan melalui pameran Kriyanusa 2017 hebat-hebat tidak kalah dengan produk luar negeri.

Di hadapan para perajin dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia, Kepala Negara mengaku menyukai hasil karya para perajin Indonesia. Ia juga suka memajang produk-produk kerajinan suatu daerah sembari mengingat perjalanan yang ia lakukan ke daerah tersebut. Baginya, itu adalah sumber kenangan dan inspirasi tersendiri.

“Perajin internasional saja suka mengambil inspirasi dari kebudayaan Indonesia. Berarti kita yang hidup di Indonesia dan menjalani budaya di negara kita harusnya lebih terinspirasi dari itu,” kata presiden.

Namun, di tengah keunggulan yang sudah ada itu, Presiden tetap mengingatkan bahwa perlu dilakukan modernisasi dalam segala aspek pembuatan produk kerajinan. Dengan itu diharapkan usaha kerajinan yang diusahakan para perajin menjadi semakin maju.

Selain itu, Presiden juga mengajak para perajin untuk bekerja sama membangun kelompok besar sehingga memiliki skala dan keunggulan ekonomi yang lebih besar pula.

“Saya minta perajin jangan jalan sendiri, harus bekerja sama, membangun kelompok besar perajin. Ini penting sekali. Harus konsolidasi supaya skala ekonomi menjadi besar. Ini akan lebih efisien, lebih murah dibandingkan berjalan sendiri,” pesan Presiden. (jos/dwi/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
28o
Kurs