Senin, 30 Maret 2020

Digemari, Pemprov Jatim Upayakan Peningkatan Ekspor Mangga dan Perhiasan ke Rusia

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Soekarwo Gubernur Jawa Timur saat menerima kunjungan Wahid Supriyadi Dubes RI di Rusia, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (2/11/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim

Soekarwo Gubernur Jawa Timur, Jumat (2/11/2018) hari ini menerima kunjungan dari Mohamad Wahid Supriyadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Rusia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dubes LBBP RI di Rusia berkunjung ke Surabaya untuk mendorong agar Jatim meningkatkan ekspor ke Rusia, terutama untuk buah mangga dan perhiasan.

Menurutnya, potensi komoditas buah mangga dari Jawa Timur sangat digemari dan diminati warga Rusia. Demikian halnya perhiasan asal Jatim yang juga disukai warga Rusia.

“Saya lihat Jatim punya potensi besar untuk dua komoditas ini. Apalagi, di Rusia itu, walaupun banyak batu mulia, pengolahannya masih buruk,” kata Wahid dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo menyambut baik kunjungan Dubes LBBP RI di Rusia yang dinilai sangat aktif mendorong perdagangan Jatim dengan Rusia.

“Biasanya, kami (Pemprov Jatim) ada Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di beberapa negara. Tapi saya melihat Pak Dubes ini sangat aktif. Jadi kami terbantu sekali,” ujarnya.

Potensi ekspor buah mangga di Jawa Timur ke Rusia, menurut Pakde Karwo, sangat besar. Di daerah seperti Madiun dan Magetan banyak pohon mangga yang ditanam di pinggir jalan.

“Kita (Jatim) sudah mengekspor sekitar 800 ton mangga setiap tahunnya. Selain itu kita memiliki potensi mangga podang yang warnanya kuning,” ujar Pakde Karwo.

Pakde Karwo menjelaskan kembali dari apa yang disampaikan Wahid, bahwa pasar Rusia sangat besar untuk produk-produk dari Indonesia terutama Jawa Timur.

Karena itu, ke depan dia akan membicarakan lagi teknisnya secara detail. Dia akan memilihkan produk Jatim lainnya yang bisa diekspor secara kontinu.

“Nanti akan dihitung seperti apa skala ekonominya,” ujarnya.

Peluang kerja sama dua komoditi ini menurut Pakde Karwo akan menjadi perkembangan kerja sama Jatim dengan Rusia yang cukup baik dalam hal perdagangan.

Sebab, neraca perdagangan Jatim dengan Rusia, selama kurun waktu 2014 sampai dengan Juni 2018, setiap tahunnya selalu menunjukkan angka defisit bagi Jatim.

Angka ekspor Jatim ke Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 hanya sebesar USD 78,95 juta dengan tiga komoditi ekspor utama non migas baik bahan kimia organik, alas kaki, lemak dan minyak hewan/nabati.

Sedangkan impor Jatim dari Rusia sejak Januari sampai Juni 2018 sebesar USD 232,11 juta, dengan tiga komoditi utama impor non-migas yaitu besi, baja, pupuk, dan gandum-ganduman.

Kerja sama ini, dinilai oleh Pakde Karwo, mampu meningkatkan nilai ekspor Jatim ke Rusia yang memang lebih rendah dibandingkan impor Jatim dari negara itu.

Tidak hanya menyampaikan maksud mendorong ekspor dua komoditi Jatim itu, Wahid selaku Dubes LBBP RI di Rusia mengatakan, kedatangannya juga untuk kembali mengajak Provinsi Jatim berpartisipasi dalam Festival Indonesia ke-4 pada 2019.

“Festival Indonesia ini adalah rangkaian kegiatan mulai dari bisnis forum, pameran, promosi terpadu perdagangan, sampai seni budaya yang kami gelar di Moskow, Rusia. Komoditi Jatim yang dipamerkan sebelumnya sangat digemari dan diminati warga Rusia,” kata Wahid.

Pada kesempatan kunjungan ini juga, Wahid menyampaikan kepada Pakde Karwo tentang usulan Pemerintah St. Petersburg yang ingin menjalin hubungan Sister Province dengan Jawa Timur. (den/nin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
27o
Kurs