Kamis, 22 Oktober 2020

Ekonomi Meningkat Pesat, Dubes Ajak Pengusaha Berbisnis di Kamboja

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Sudirman Haseng Dubes RI untuk Kamboja. Foto: Antara

Sudirman Haseng Dubes RI untuk Kamboja mengajak badan usaha milik negara (BUMN) dan para pengusaha Indonesia untuk mulai berbisnis dan berinvestasi di Kamboja karena pertumbuhan ekonomi negara itu sedang pesat.

“Kami terus mendorong BUMN dan pengusaha Indonesia untuk masuk ke Kamboja. Masih ada banyak ruang bagi pengusaha dan BUMN kita untuk berbisnis dan berinvestasi di sini,” kata Sudirman Haseng Dubes dilansir Antara di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (15/2/2019).

Dia menyebutkan, bahwa masa sekarang ini adalah waktu yang tepat bagi BUMN dan pengusaha Indonesia untuk mulai masuk dan berinvestasi dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Kamboja.

“Hal yang sedang kita tekankan adalah dalam pengembangan infrastruktur di Kamboja, khususnya untuk memberi kesempatan kepada BUMN dan pengusaha Indonesia untuk berperan dan berinvestasi pada proyek pembangunan infrastruktur untuk fasilitas publik, telekomunikasi, pipa gas di Kamboja,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pengusaha dan BUMN Indonesia juga didorong untuk mulai berbisnis dengan memanfaatkan sumber daya alam di Kamboja yang relatif belum tereksplorasi dan terkelola dengan optimal.

“Perusahaan dan BUMN Indonesia perlu mengeksplor mineral di sini sebab masih banyak ruang, misalnya kandungan emas dan minyak belum tereksplorasi dengan baik di sini,” ungkapnya.

Dubes RI menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada BUMN atau perusahaan Indonesia yang berinvestasi langsung di Kamboja, tetapi sudah mulai eksplorasi untuk masuk berbisnis ke Kamboja.

Menurutnya, hambatan utama bagi pengusaha Indonesia berbisnis di Kamboja adalah persepsi yang belum proporsional tentang Kamboja.

“Banyak yang masih memandang Kamboja sebelah mata, dan itu antara lain dipengaruhi oleh informasi-informasi yang tidak akurat dan belum update. Bayangan sebagian besar masyarakat Indonesia melihat Kamboja masih terbelakang dan belum potensial,” jelasnya.

Padahal, Kamboja dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat hingga mencapai rata-rata tujuh persen, yakni nilai yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Memang investasi Indonesia di Kamboja belum seperti yang diharapkan, tetapi ada peningkatan minat dari pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Kamboja,” ucap Dubes Sudirman.

“Investasi kita itu tidak harus uangnya dari Indonesia, biasanya kerja sama dengan bank-bank multinasional tetapi perusahaan Indonesia yang lakukan proyeknya. Ini tetap dianggap sebagai investasi Indonesia karena dilakukan oleh perusahaan Indonesia, hanya sumber keuangannya itu tidak harus dari dalam negeri (Indonesia),” lanjutnya.(ant/tin/dwi)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan Menjelang Exit Tol Gunungsari arah Satelit

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2020
34o
Kurs