Rabu, 26 Februari 2020

Sejumlah Langkah RI Menjaga Ekonomi dari Wabah Korona

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan memastikan adanya sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah RI untuk menjaga kinerja ekonomi agar tidak terdampak penyebaran atau wabah virus korona di berbagai negara dunia.

“Pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipatif dan responsif dengan menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong aktivitas produktif,” kata Nufransa Wira Sakti Plt Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu dilansir Antara, Jumat (14/2/2020).

Nufransa menjelaskan, langkah antisipatif ini disiapkan karena penyebaran virus korona diperkirakan bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi China yang selama ini tercatat sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia.

Menurutnya, tekanan ekonomi di China berpotensi menularkan dampak ke negara mitra, termasuk Indonesia, melalui berbagai transmisi seperti sektor pariwisata, perdagangan internasional, dan aliran investasi.

Beberapa langkah yang siap diambil pemerintah demi mencegah perlambatan ekonomi antara lain mempercepat realisasi belanja kementerian/lembaga, terutama belanja bantuan sosial seperti PKH dan kesehatan, serta belanja non-operasional.

Selanjutnya, pemerintah akan mendorong pusat-pusat pariwisata melalui berbagai program pendukung. Salah satunya dengan percepatan pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Likupang, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Seiring dengan langkah itu, pemerintah juga akan menyiapkan kebijakan fiskal dan non-fiskal untuk menstimulasi sektor pariwisata.

Pemerintah juga akan mendorong dan mempercepat belanja padat karya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja. Di antaranya seperti belanja infrastruktur di pusat dan daerah.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen fleksibel dalam merespons situasi ekonomi (countercyclical) dengan tetap dalam batasan aman dan terkendali, serta mempercepat penajaman program Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk perluasan sasaran.

Dengan berbagai upaya itu daya beli masyarakat dapat terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi yang selama ini didukung konsumsi rumah tangga tidak akan terganggu oleh tekanan global.(ant/den/ipg)

Berita Terkait