Senin, 3 Agustus 2020

Alasan Pedagang Hewan Kurban Lebih Memilih Jual Sapi Saat Pandemi

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Penjual sapi untuk Idul Adha 1441 H di Kota Surabaya pada Rabu (8/7/2020). Foto : Totok suarasurabaya.net

Pedagang hewan kurban untuk Lebaran Besar 2020 mengkhawatirkan fisik kambing yang cenderung lebih lemah dan rentan sakit di tengah masa pandemi Covid-19.

Di satu sisi, perekonomian yang terpuruk pada masa pandemi Covid-19 membuat pedagang lebih khawatir dengan pengaruh permintaan hewan sehingga lebih memilih menjual sapi.

“Ada rencana untuk jual kambing juga, sih. Mungkin nanti H-10 karena kalau sapi kondisinya ‘kan lebih kuat dibanding kambing,” kata Usman, pedagang hewan kurban di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Padahal, lanjut dia, pada tahun-tahun sebelumnya Usman selalu menjual kambing dan sapi setiap jelang Iduladha.

Sejak 3 hari lalu, Usman memasok 21 sapi untuk dijual menjelang Lebaran Haji yang dia peroleh dari Boyolali (Jawa Tengah) dan Bali.

Sapi kurban miliknya memiliki harga beragam, mulai dari Rp20 juta sampai Rp25 juta. Namun, dia belum berhasil menjual satu sapi pun.

“Jadi, sekarang belum dapat dilihat ada perbedaan saat menjual di tengah pandemi Covid-19 atau tidak,” kata Usman.

Soal distribusi hewan kurban selama pandemi, Usman mengaku tidak alami kesulitan karena tidak terhambat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat diberangkatkan dari Jawa Tengah dan Bali.

“Distribusi lancar tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” kata pria yang sudah 3 tahun berdagang hewan kurban itu.

Hal itu, menurut Usman, sapi-sapinya sudah bersertifikat. Pemilik sapi sudah mengurus kelengkapan berkas, seperti sertifikat sehat dari Dinas KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian) dari asal sapi dikirim.(ant/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2020
29o
Kurs