Minggu, 31 Mei 2020

Cendera.mata Bantu UMKM Survive di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Karya yang ditampilkan oleh UMKM pada Cendera.mata gelaran House of Sampoerna. Foto: Humas HoS

Program Cendera.mata House of Sampoerna (HoS), adalah sebuah upaya membantu para pelaku bisnis khususnya UMKM di Jawa Timur untuk tetap bisa eksis dan survive di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 saat ini menggulung banyak sektor kehidupan termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang banyak dimiliki masyarakat, dan program Cendera.mata House of Sampoerna, dihelat agar pelaku usaha kecil tetap bertahan dan mampu survive di tengah pandemi ini.

Berdiri sejak tahun 2003, HoS tidak pernah berhenti untuk berkarya, berinovasi, serta berkontribusi kepada masyarakat. Satu fokus utama kontribusi HoS adalah mendukung UMKM Jawa Timur yang diwujudkan melalui Cendera.mata Museum Shop.

Berbagai produk UMKM Jawa Timur seperti batik, buku, kaos dan kerajinan tangan khas Jawa Timur lainnya tersedia di Cendera.mata. Secara berkala setiap bulan, Cendera.mata menggelar program table top untuk turut mendukung perkembangan usaha kreatif dari UMKM.

Dibulan Mei berkaitan masih terjadinya pandmei Covid-19, program Cendera.mata HoS menyelenggarakan table top bertajuk: Iki Suroboyo Rek, yang diagendakan sebagai satu kontribusi memeriahkan hari jadi Kota Surabaya ke 727 tahun.

Menggandeng tiga UMKM Surabaya untuk menuangkan keindahan dan kemegahan kota Surabaya dalam berbagai suvenir seperti clothing line Surabaya Mambu Suroboyo dan RSTM serta Sujud Kraf dalam ragam produk kaca pyrex.

Program table top ini diselenggarakan mulai Sabtu (16/5/2020) hingga Sabtu (20/6/2020), dengan berbagai penampilan karya. Masyarakat yang ingin berbelanja dari rumah dengan melihat contoh produk dan langsung memesan ke masing-masing kontak UMKM yang memang sudah diupload di laman houseofsampoerna.museum.

Kerajinan kaca pyrex kreasi Sujud Setiyo Budi dengan label Sujud Kraft bermula saat bekerja di perusahaan asing, dan melihat bagaimana kerajinan kaca pyrex dengan teknik las dibuat. Sujud Kraft memiliki misi dan visi yakni untuk memperbanyak desain, memperluas pasar serta mengajak para pemuda untuk belajar supaya keahlian ini turun ke generasi berikutnya.

Sujud Kraft dapat memproduksi berbagai macam ornamen berupa aksesories, suvenir, trophy dan hiasan meja berbagai ukuran dan desain sesuai kebutuhan.

Mambu Suroboyo, adalah bentuk kecintaan pada Kota Surabaya yang diwujudkan dengan membuat cinderamata khas Surabaya. Kaos jadi pilihan Irawan Prasetyo untuk memulai usahanya, setelah sempat mengamati usaha sejenis di Surabaya.

Kaos Mambu berusaha melengkapinya agar lebih kental Suroboyoannya, dengan memasukkan kearifan lokal parikan khas Suroboyo disematkan dibelakang kaos di setiap karyanya. Dengan kata lain, kaos Mambu memiliki makna untuk semua karya kreatif yang dituangkan di atas kaos ber”Bau” Suroboyoan.

Yang terakhir RSTM adalah sebuah brand kaos oleh-oleh Surabaya yang hadir dengan desain menarik, simpel dan elegan. Dengan ciri khas cetak beludru yang sesuai untuk semua usia. RSTM hadir dengan beberapa produk oleh-oleh Surabaya di antaranya kaos, tote bag, topi serta produk lainnya.(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Minggu, 31 Mei 2020
29o
Kurs